
Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?
The Pussycat Dolls
Usher
John Legend Feat Andre 3000
Augustana
Karina Pasian
Jennifer Hudson
Josh Hoge
Lili Haydn
Cassie
Onerepubl ic
Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Gedhe Kauman ini terletak di sebelah
barat Alun- Alun Utara yang secara simbolis merupakan transendensi untuk menunjukkan
keberadaan Sultan, yaitu di samping pimpinan perang atau penguasa pemerintahan
(senopati ing ngalaga), juga sebagai sayidin panatagama khalifatulah (wakil Allah)
di dunia di dalam memimpin agama (panatagama) di kasultanan.Dibangun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwono I oleh seorang arsitek bernama K. Wiryokusumo, masjid ini mempunyai pengulu pertama yaitu Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat. Seperti halnya masjid-masjid lain di Jawa, masjid ini beratap tumpang tiga dengan mustoko, masjid ini berdenah bujur sangkar, mempunyai serambi, pawestren, serta kolam di tiga sisi masjid. Namun beberapa keunikan yang dimiliki oleh masjid ini adalah mempunyai gapura depan dengan bentuk semar tinandu dan sepasang bangunan pagongan di halaman depan untuk tempat gamelan sekaten.
Masjid yang pernah dipugar akibat gempa bumi besar ini merupakan masjid jammi kerajaan yang berfungsi sebagai tempat beibadah, upacara kesagamaan, pusat syiar agama, dan tempat penegaan tata hukum keagamaan.
Seluruh kompleks Masjid ini dikelilingi oleh pagar tembok tinggi di mana pada bagian utara terdapat Dalem Pengulon yaitu tempat tinggal serta kantor abdi dalem pengulu, serta di sebelah barat masjid terdapat beberapa makam yang diantaranya adalah makam Nyai Ahmad Dahlan. Abdi dalem pengulu inilah yang membawahi para abdi dalem bidang keagamaan lainnya, seperti abdi dalem pamethakan, suronoto, modin,
Kawasan di sekitar masjid merupakan kawasan pemukiman para santri ataupun ulama.
Pemukiman tersebut lebih dikenal dengan nama Kauman dan Suronatan. Dalam perjalanan
histories Yogyakarta, kehidupan religius di kampung tersebut menjadi inspirasi
dan tempat yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya gerakan keagamaan Muhammadyah
pada tahun 1912 M yang dipimpin oleh K.H.A. Dahlan.


baya (Jawa)
bahaya (Indonesia)
danger (English)
nimpet aculawet tan wring baya
Merahasiakan seorang raja yang mati.
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Menilik GudegNet, ga jauh dari Jogja. Kota dimana saya menimba ilmu dan memulai
kehidupan. Klo lagi kangen, saya suka membuka Jogja Dalam Gambar...
Terima kasih GudegNet, telah mengingatkan saya akan Jogja.... ...
Ramonda Rheza(21) - Programmer