Jl. Robert Wolter Monginsidi kompl. Parasamya Bantul, Yogyakarta INDONESIA 55711
telp: +62-274-367509 fax: +62-274-367509
Kabupaten Bantul terletak di sebelah selatan Kota Yogyakarta dengan berbagai
macam obyek wisata alam yang menarik. Diantaranya adalah pantai Parangtritis dan
Parangkusumo yang terkenal dengan keindahan dan mitos Ratu Laut Selatannya.
STRUKTUR:
Bupati: Drs H.M Idham Samawi
Wakil Bupati: Drs H. Sumarno PRS
Sekretaris Daerah: Drs. Gendut Sudarto KD, BSc., MMA
| No | Kecamatan | Camat | Alamat Kantor
|
| 1 | Srandaan | Drs. Abani | Jl. Srandakan-Bantul INDONESIA |
| 2 | Sanden | Jazim Aziz, SH
| Sanden - Bantul INDONESIA |
| 3 | Kretek | Drs. Sadad | Jl. Parangtritis km. 21 Bantul INDONESIA |
| 4 | Pundong | Alwi, SH | Pundong Bantul INDONESIA |
| 5 | Bambanglipuro | Dra. Sri Edi Astuti | Jl. Samas, Bambanglipuro Bantul INDONESIA |
| 6 | Pandak | Danu Suswaryanta, SH | Jl. Srandakan Km. 4 Pandak, Bantul INDONESIA |
| 7 | Bantul | Drs. Sukendro | Jl. Jend. Sudirman Bantul INDONESIA |
| 8 | Jetis | Tri Muryamini, SIP
| Jl. Imogiri Jetis Bantul INDONESIA |
| 9 | Imogiri | Drs. Agus Sulistiyana | Jl. Imogiri Bantul INDONESIA |
| 10 | Dlingo | Maryono, BA
| Jl. Raya Dlingo Bantul INDONESIA |
| 11 | Plered | Drs. Fatoni
| Pleret Bantul INDONESIA |
| 12 | Piyungan | Drs. Yuhana
| Jl. Wonosari Piyungan Bantul INDONESIA |
| 13 | Banguntapan | Drs. Misbakhul Munir
| Baturetno Banguntapan Bantul INDONESIA |
| 14 | Sewon | Drs. Helmi Jamharis | Jl. Parangtritis km. 6 Bantul INDONESIA |
| 15 | Kasihan | Drs. Didik Warsito
| Jl. Madukismo, Padokan, Tirtonirmolo Bantul INDONESIA |
| 16 | Pajangan | Soesamto, SIP
| Pajangan, Bantul INDONESIA |
| 17 | Sedayu | Sugiyanto, SH
| Jl. Wates Km 12 Argorejo Sedayu Bantul INDONESIA |
Bantul PROJOTAMANSARI berarti:
PRODUKTIF PROFESIONAL
Dalam arti bahwa semua potensi daerah baik sumber daya alam maupun sumber daya
manusianya dapat berproduksi sehingga mampu memberikan andil terhadap pembangunan
daerah, juga harus profesional dalam arti kata penekanan kepada setiap warganya
dari berbagai profesi, agar mereka betul-betul matang dan ahli dibidangnya masing-masing.
Tolak ukur profesionalisme ini dapat dilihat dari kualitas hasil kerjanya dihadapkan
dengan efisien penggunaan dana, sarana, tenaga serta waktu yang diperlukan.
IJO ROYO-ROYO
Dalam arti tidak ada sejengkal tanah pun yang ditelantarkan sehingga baik di
musim hujan maupun di musim kemarau di manapun akan tampak suasana yang rindang,
perlu diingatkan kepada masyarakat bantul bahwa bagaimanapun bantul tumbuh terlebih
dahulu sebagai kawasan agronomi yang tangguh dalam rangka mendukung tumbuh berkembangnya
sektor industri yang kuat di masa mendatang.
TERTIB
Dalam arti bahwa setiap warga secara sadar menggunakan hak dan kewajibannya dengan
sebaik-baiknya sehingga terwujud kehidupan pemerintahan dan kemasyarakatan yang
tertin semuanya secara pasti, berpedoman pada sistem ketentuan hukum / perundang-undangan
yang esensial untuk terciptanya disiplin nasional.
AMAN
Dalam arti bahwa terwujudnya tertib pemerintahan dan tertib kemasyarakatan akan
sangat membantu terwujudnya keamanan dan ketentraman masyarakat, kondisi aman
ini perlu ditunjang demi terpeliharanya stabilitas daerah.
SEHAT
Dalam arti bahwa tertibnya lingkungan hidup yang akan dapat menjamin kesehatan
jasmani dan rokhani bagi masyarakat/manusia yang menghuninya.
ASRI
Dalam arti bahwa upaya pengaturan tata ruang di desa dan di kota dapat serasi,
selaras dan seimbang dengan kegiatan-kegiatan manusia yang menghuninya sehingga
akan menumbuhkan perasaan kerasan, asri tidak harus mewah tetapi lebih cenderung
pemanfaatan potensi lingkungan yang bersandar pada kreatifitas manusiawi.
KEADAAN ALAM
Kabupaten Bantul terletak di sebelah Selatan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
berbatasan dengan :
Sebelah Utara: Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman
Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
Sebelah Timur : Kabupaten Gunung Kidul
Sebelah Barat: Kabupaten Kulon Progo
Kabupaten Bantul terletak antara 07° 44' 04" - 08° 00' 27" Lintang Selatan dan
110° 12' 34" - 110° 31' 08" Bujur Timur.
SEJARAH
Tanggal 26 dan 31 Maret 1831 Pemerintah Hindia Belanda dan Sultan Yogyakarta
mengadakan kontrak kerja sama tentang pembagian wilayah administratif baru dalam
Kasultanan disertai penetapan jabatan kepala wilayahnya. Saat itu Kasultanan Yogyakarta
dibagi menjadi tiga kabupaten yaitu Bantulkarang untuk kawasan selatan, Denggung
untuk kawasan utara, dan Kalasan untuk kawasan timur. Menindaklanjuti pembagian
wilayah baru Kasultanan Yogyakarta, tanggal 20 Juli 1831 atau Rabu Kliwon 10 sapar
tahun Dal 1759 (Jawa) secara resmi ditetapkan pembentukan Kabupaten Bantul yang
sebelumnya di kenal bernama Bantulkarang. Seorang Nayaka Kasultanan Yogyakarata
bernama Raden Tumenggung Mangun Negoro kemudian dipercaya Sri Sultan Hamengkubuwono
V untuk memangku jabatan sebagai Bupati Bantul.
Tanggal 20 Juli ini lah yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten
Bantul. Selain itu tanggal 20 Juli tersebut juga memiliki nilai simbol kepahlawanan
dan kekeramatan bagi masyarakat Bantul mengingat Perang Diponegoro dikobarkan
tanggal 20 Juli 1825.Pada masa pendudukan Jepang, pemerintahan berdasarkan pada
Usamu Seirei nomor 13 sedangakan stadsgemente ordonantie dihapus. Kabupaten Memiliki
hak mengelola rumah tangga sendiri (otonom).
Kemudian setelah kemerdekaan, pemerintahan ditangani oleh Komite Nasional Daerah
untuk melaksanakan UU No 1 tahun 1945. Tetapi di Yogyakarta dan Surakarta undang-undang
tersebut tidak diberlakukan hingga dikeluarkannya UU Pokok Pemerintah Daerah No
22 tahun 1948. dan selanjutnya mengacu UU Nomor 15 tahun 1950 yang isinya pembentukan
Pemerintahan Daerah Otonom di seluruh Indonesia.