Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Polling

Bagaimanakah sikap Anda tentang pernyataan mundur Sultan Hamengku Buwono X pada pencalonan Gubernur DIY 2008 mendatang?

  • Tidak setuju
  • Setuju
  • Tidak tahu

Tangga Lagu

1
Leavin’

Jesse Mc Cartney

2
I’m Yours

Jason Mraz

3
Sleepless

Until June

4
Outta My Head

Ashlee Simpson

5
Labels Or Love

Fergie

6
Hostile Gospel

Talib Kweli

7
The Only One

The Cure

8
Run The Show

Kat Deluna Ft. Busta Rhymes

9
Love In This Club

Usher Feat. Young Jeezy

10
Dance Like There`s No Tomorrow

Paula Abdul

Radio Geronimo 106,1 FM

Indeks

Kabupaten Kulon Progo


 Muka   |   Hubungi Kami  

Jl. Perwakilan No. 1 Wates, Yogyakarta INDONESIA 55611
telp: +62-274-773010 fax: +62-274-773010 Hubungi Kami www.kulonprogo.go.id


Kulon Progo, dalam bahasa Jawa berarti sebelah barat Sungai Progo, wilayahnya terletak di sebelah barat Sungai Progo. Sungai Progo menjadi batas dan memisahkan wilayah Kulon Progo dengan Kabupaten Sleman dan bantul di sebelah timur. Di sebelah utara Kulon Progo berbatasan dengan Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah, sedangkan di sebelah selatan Kabupaten kulon Progo berhadapan dengan Samudra Indonesia.

STRUKTUR:
Bupati:  H. Toyo Santoso Dipo
Wakil Bupati: Mulyono
Sekretaris Daerah: Ir. Agus Anggono
 
No Kecamatan Pimpinan Alamat
1 Temon Tukadi, BA Temon, Kulon Progo INDONESIA
2 Wates Drs Anang Suharsa Bendungan Wates, Kulon Progo INDONESIA
3 Panjatan Nur Harini, BBA Panjatan, Kulon Progo INDONESIA
4 Galur Jumanto, SH Brosot, Galur, Kulon Progo INDONESIA
5 Lendah Drs. Muhadjir Botokan, Jatirejo, Lendah Kulon Progo INDONESIA
6 Kokap Dra. Sri Utami, M.Hum Kokap, Kulon Progo INDONESIA
7 Pengasih Drs. Jumakir Pengasih, Kulon Progo INDONESIA
8 Sentolo Drs. Jazil Ambar Was'an Sentolo, Kulon Progo INDONESIA
9 Girimulyo Drs. Sumiran Girimulyo, Kulon Progo INDONESIA
10 Nanggulan Drs. Lucius Bowo Pristiyanto Nanggulan, Kulon Progo INDONESIA
11 Kalibawang Drs. Ramidjo Kalibawang, Kulon Progo INDONESIA
12 Samigaluh Rudi Widyatmoko, S.Sos Samigaluh, Kulon Progo INDONESIA


Kulon Progo BINANGUN berarti BERIMAN, INDAH, NUHONI, AMAN, NALAR, GUYUB, ULET, dan NYAMAN.
 
Kabupaten Kulon Progo, salah satu kabupaten di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terletak di bagian paling barat DIY. Secara geografis terletak antara 7°38'42" - 7°59'3" Lintang Selatan dan 110°1'37" - 110°16'26" Bujur Timur.
Kabupaten Kulon Progo dengan luas wilayah 586,28 km2 secara administratif terdiri dari 12 kecamatan, 88 desa dan 930 dusun. Secara fisiografis Kulon Progo terdiri dari dataran pantai di bagian selatan, di bagian tengah dan timur berupa topografi bergelombang sampai berbukit, dan di bagian barat serta utara berupa perbukitan-pegunungan. Rangkaian perbukitan-pegunungan di bagian barat dan utara Kulon Progo ini dikenal sebagai perbukitan Menoreh.
Berdasarkan regristrasi penduduk tahun 2004 (sampai dengan akhir Juli 2004) jumlah penduduk sebanyak 453.019 jiwa terdiri 221.335 jiwa laki-laki dan 231.684 jiwa perempuan.
Secara geografis lokasi Kulon Progo terletak pada jalur tranportasi Jawa selatan. Wilayah Kulon Progo terhubung dengan kota-kota di Jawa oleh jaringan transportasi darat, termasuk jalur kereta api. Jalur selatan Jawa ini memiliki prospek baik untuk berkembang. Prospek ini juga didukung oleh kekayaan sumberdaya wilayah di bidang pertanian, peternakan, perikanan-kelautan, wisata, pertambangan.
Kawasan perbukitan Kulon Progo dengan pemandangan yang elok menyimpan kekayaan di bidang pertanian, perkebunan dan pariwisata. Sementara kawasan selatan dan pesisir menyediakan potensi kelautan dan perikanan serta pariwisata. Berbagai produk industri kecil dan kerajinan tangan dapat ditemukan hampir di seluruh Kulon Progo. Produk kerajinan Kulon Progo seperti berbagai anyaman serat, wayang golek, makanan tradisional telah tersebar ke berbagai daerah dan ke luar negeri.
 
SEJARAH
Sebelum terbentuknya Kabupaten Kulon Progo pada yanggal 15 Oktober 1951, wilayah Kulon Progo terbagi atas dua kabupaten yaitu Kabupaten Kulon Progo yang merupakan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kabupaten Adikarta yang merupakan wilayah Kadipaten Pakualaman.
 
WILAYAH KASULTANAN NGAYOGYAKARTA HADININGRAT (KABUPATEN KULON PROGO)
Sebelum Perang Diponegoro di daerah Negaragung, termasuk di dalamnya wilayah Kulon Progo, belum ada pejabat pemerintahan yang menjabat di daerah sebagai penguasa. Pada waktu itu roda pemerintahan dijalankan oleh pepatih dalem yang berkedudukan di Ngayogyakarta Hadiningrat.
Setelah Perang Diponegoro 1825-1830 di wilayah Kulon Progo sekarang yang masuk wilayah Kasultanan terbentuk empat kabupaten yaitu:
· Kabupaten Pengasih, tahun 1831
· Kabupaten Sentolo, tahun 1831
· Kabupaten Nanggulan, tahun 1851
· Kabupaten Kalibawang, tahun 1855
Masing-masing kabupaten tersebut dipimpin oleh para Tumenggung. Menurut buku 'Prodjo Kejawen' pada tahun 1912 Kabupaten Pengasih, Sentolo, Nanggulan dan Kalibawang digabung menjadi satu dan diberi nama Kabupaten Kulon Progo, dengan ibukota di Pengasih. Bupati pertama dijabat oleh Raden Tumenggung Poerbowinoto.
Dalam perjalanannya, sejak 16 Februari 1927 Kabupaten Kulon Progo dibagi atas dua Kawedanan dengan delapan Kapanewon, sedangkan ibukotanya dipindahkan ke Sentolo. Dua Kawedanan tersebut adalah Kawedanan Pengasih yang meliputi kepanewon Lendah, Sentolo, Pengasih dan Kokap/sermo. Kawedanan Nanggulan meliputi kapanewon Watumurah/Girimulyo, Kalibawang dan Samigaluh. Yang menjabat bupati di Kabupaten Kulon Progo sampai dengan tahun 1951 adalah sebagai berikut:
1. RT. Poerbowinoto
2. KRT. Notoprajarto
3. KRT. Harjodiningrat
4. KRT. Djojodiningrat
5. KRT. Pringgodiningrat
6. KRT. Setjodiningrat
7. KRT. Poerwoningrat
 
WILAYAH KADIPATEN PAKUALAMAN ( KABUPATEN ADIKARTA)
Di daerah selatan Kulon Progo ada suatu wilayah yang masuk Keprajan Kejawen yang bernama Karang Kemuning yang selanjutnya dikenal dengan nama Kabupaten Adikarta. Menurut buku 'Vorstenlanden' disebutkan bahwa pada tahun 1813 Pangeran Notokusumo diangkat menjadi KGPA Ario Paku Alam I dan mendapat palungguh di sebelah barat Sungai Progo sepanjang pantai selatan yang dikenal dengan nama Pasir Urut Sewu. Oleh karena tanah pelungguh itu letaknya berpencaran, maka sentono ndalem Paku Alam yang bernama Kyai Kawirejo I menasehatkan agar tanah pelungguh tersebut disatukan letaknya. Dengan satukannya pelungguh tersebut, maka menjadi satu daerah kesatuan yang setingkat kabupaten. Daerah ini kemudian diberi nama Kabupaten Karang Kemuning dengan ibukota Brosot.
Sebagai Bupati yang pertama adalah Tumenggung Sosrodigdoyo. Bupati kedua, R. Rio Wasadirdjo, mendapat perintah dari KGPAA Paku Alam V agar mengusahakan pengeringan Rawa di Karang Kemuning. Rawa-rawa yang dikeringkan itu kemudian dijadikan tanah persawahan yang Adi (Linuwih) dan Karta (Subur) atau daerah yang sangat subur. Oleh karena itu, maka Sri Paduka Paku Alam V lalu berkenan menggantikan nama Karang Kemuning menjadi Adikarta pada tahun 1877 yang beribukota di Bendungan. Kemudian pada tahun 1903 bukotanya dipindahkan ke Wates. Kabupaten Adikarta terdiri dua kawedanan (distrik) yaitu kawedanan Sogan dan kawedanan Galur. Kawedanan Sogan meliputi kapanewon (onder distrik) Wates dan Temon, sedangkan Kawedanan Galur meliputi kapanewon Brosot dan Panjatan.
Bupati di Kabupaten Adikarta sampai dengan tahun 1951 berturut-turut sebagai berikut:
1. Tumenggung Sosrodigdoyo
2. R. Rio Wasadirdjo
3. R.T. Surotani
4. R.M.T. Djayengirawan
5. R.M.T. Notosubroto
6. K.R.M.T. Suryaningrat
7. Mr. K.R.T. Brotodiningrat
8. K.R.T. Suryaningrat (Sungkono)
 
PENGGABUNGAN KABUPATEN KULON PROGO DENGAN KABUPATEN ADIKARTA
Pada 5 September 1945 Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengeluarkan amanat yang menyatakan bahwa daerah beliau yaitu Kasultanan dan Pakualaman adalah daerah yang bersifat kerajaan dan daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia. Pada tahun 1951, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII memikirkan perlunya penggabungan antara wilayah Kasultanan yaitu Kabupaten Kulon Progo dengan wilayah Pakualaman yaitu Kabupaten Adikarto. Atas dasar kesepakatan dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII, maka oleh pemerintah pusat dikeluarkan UU No. 18 tahun 1951 yang ditetapkan tanggal 12 Oktober 1951 dan diundangkan tanggal 15 Oktober 1951. Undang-undang ini mengatur tentang perubahan UU No. 15 tahun 1950 untuk penggabungan Daerah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Adikarto dalam lingkungan DIY menjadi satu kabupaten dengan nama Kulon Progo yang selanjutnya berhak mengatur dan mengurus rumah-tanganya sendiri. Undang-undang tersebut mulai berlaku mulai tanggal 15 Oktober 1951. Secara yuridis formal Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo adalah 15 Oktober 1951, yaitu saat diundangkannya UU No. 18 tahun 1951 oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia.


RSS  RSS Feed
  • Paribasan

    angling (Jawa)

         bersabda; berkata; berbicara (Indonesia)

         to give words; to speak (English)

     

    anglang-angling (berkata-kata)

     

    Orang yang bermaksud jahat (seperti mencuri), jika bertemu orang lain pura-pura menanyakan sesuatu, tetapi jika sepi, ia akan mencuri.

     

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda
    Tampilan dalam bentuk pop up

     

  • Kesaksian

    Biarpun aq tidak dibesarkan di Jokja .. tapi karena keluguannya .. Jokja dan Kotanya .. membuatku ingiin selalu dekat dekat denganmu ... Sayangku ..... Jokjaku .. itulah kota sekalian faforitku .. yang No.1 biarpun aq Hidup di kota/negara .. yang serba ada seperti sekarang ini, namun aq selalu ...
    Jesika Ester(27) - Senior Marketing Drtrs

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google