Gereja Santo Yusuf Bintaran merupakan sebuah bangunan bersejarah yang didirikan pada tahun 1934. Gereja ini merupakan hasil karya dari arsitek J.H. Van Oyen. Bangunan Gereja berbentuk persegi panjang dengan arsitektur bergaya eropa. Gereja ini memiliki landasan beton dengan bentuk atap melengkung dan pada bagian atap depan terdapat lonceng. Di dinding depan terdapat tujuh buah hiasan bulatan dengan lingkaran cincin yang sekaligus berfungsi sebagai ventilasi udara. Menurut sejarahnya Gereja ini merupakan gereja pertama yang diperuntukkan untuk penduduk asli di wilayah Bintaran serta bagian tenggara kota Yogyakarta. Pada masa perjuangan kemerdekaan tahun 1947-1948 digunakan sebagai tempat pengungsian penduduk sekitar. Berdasar sejarahnya tersebut bangunan ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya dengan peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata.



banyu (Jawa)
air (Indonesia)
water (English)
ngangsu banyu ing kranjang
Berguru dan setelah memperoleh ilmu, ilmu tersebut tidak terpakai.
Sudah lima bulan aku meninggalkan Jogja. Sekarang aku kerja di Kaltim, tapi aku selalu kangen Jogja. Uhh... pokoknya Jogja tiada duanya deh..
Untung ada gudegnet, so kangenku jadi terobati deh.
Makasih yaaa.... ...
yunias endar(22) - ngitung duit
Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet
Kode
pameran perdangangan investasi dan seni budaya indonesia andra and the backbone ahmad dhani school of rock 1st jogja international classic bike show hot discount party - bedah rumah dan bangunan l.a. lights indie movie lusy laksita kedai digital jogja yogyakarta music festival academy 2012 secondhand serenade desa gilangharjo walls dung dung puri artha hotel royal ambarukmo yogyakarta lia mustafa musikal laskar pelangi jbr niken larasati jogja sma 17