Pendopo
dagadu
Movie Box
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat

Adrianus Heru Kesawa Murti


Jl. Madukismo No. 20 Bugisan Selatan, Yogyakarta INDONESIA

Adrianus Heru Kesawa Murti, seniman kelahiran Yogyakarta, 9 Agustus 1957 ini memang berasal dari keluarga seniman besar di Yogyakarta. Ayahnya, Handung Kussudyarsana, adalah seorang pemain kethoprak dan penulis naskah drama, sementara itu pamannya, Bagong Kussudiardja adalah seorang koreografer kenamaan. Maka tidak heran bila ia juga berminat di dunia seni. Pernah belajar di ASRI dan Fakultas Filsafat UGM, keduanya tidak diselesaikannya.

Pada tahun 1983, bersama Butet Kertarejasa, Djaduk Ferianto, Susilo Nugroho, Sepnu Heryanto, dan Jujuk Prabowo, mendirikan teater Gandrik. Dengan kelompok inilah kreativitas kesenimanannya terwadahi, karena naskah-naskah tulisannya dipentaskan. Berbicara mengenai kepenulisannya, Heru sejak SMP sudah mulai mempublikasikan karya puisi dan cerpen. Naskah drama yang ditulisnya sewaktu duduk di SMSR, Tuan Residen (menjadi naskah wajib Festival Teater SLTA) dan Orang-orang Terasing (disiarkan oleh TVRI Yogyakarta 1980).

Karya-karya bapak dua anak yang pernah mendapat anugerah Penghargaan Seni dari Pemda DIY ini, antara lain: Kucing, Muara Putih Hati, Pena Tajam, Diam Itu Indah, Gincu, Surat Untuk Wakil Rakyat, mBAngun Desa, Kompleks, Gatotkaca, Malioboro, Cermin, Badut Pasti Berlalu (naskah Sinetron). Meh, Kontrang-Kantring, Pensiunan, Juragan Abiyasa, Kera-kera, Orde Tabung, Upeti, Buruk Muka Cermin diJual, Departemen Borok, Parawira Pantene, dll (Naskah drama pentas).



RSS  RSS Feed
Indah Jaya
Kamikoti Jogja
Hotel Paramitha
  • Paribasan

    ambek (Jawa)

         hati; perasaan (Indonesia)

         feeling (English)

     

    ambek sura (sifat berani)

     

    Sangat berani.

     


    Very courageous

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda

     

  • Kesaksian

    Jujur, aku bukan orang Jogja. Aku di Jogja baru umur 6 tahun. Setelah 10 tahun lebih tinggal di Jogja, aku merasa nyaman sekali. Sehari tak di Jogja seperti hampa rasanya. Suara burung, daun-daun kena angin, rasanya sejuk sekali.Kalo aku lagi liburan sekolah, aku paling tak mau meninggalkan keramahan ...
    Didin Anggraeni(16) - Pelajar

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google