Jika Anda bepergian ke Kota Gudeg dengan kereta api, Anda dapat berhenti dan
turun di Stasiun Besar Tugu Yogyakarta (lazim disebut Stasiun Tugu). Stasiun ini
merupakan pintu utama keluar masuk wisatawan yang menghabisakan waktunya di Kota
Jogja. Dari sinilah, ribuan penumpang kereta api setiap hari naik turun untuk
berbagai keperluan. Mulai dari sekedar urusan pulang kampung menjenguk keluarga,
belajar, bisnis, sampai berwisata.
Ketika menjejakkan kaki pertama kali di Stasiun Tugu, pikiran Anda melayang seolah-olah dibawa kembali ke masa lampau, ke era kolonial Belanda, karena memang bangunan stasiun ini merupakan peninggalan Belanda. Stasiun Tugu menjadi salah satu saksi bisu sejarah bangsa Indonesia dan memberikan jejak-jejaknya melalui detil bangunan, eksterior hingga interior stasiun yang menyatu dengan kesibukan lalu lalang kereta api.
Terletak di tengah kota di antara tiga tempat legendaris, yaitu Tugu Yogyakarta,
kawasan Malioboro, dan Kraton Yogyakarta, Stasiun Tugu sangat mudah dijangkau
dan dari tempat ini, Anda dapat menuju ke berbagai lokasi wisata, penginapan,
sekolah yang ada di Kota Gudeg dengan sarana transportasi modern atau tradisional.
Hanya dengan berjalan kaki dari stasiun, Anda dapat menikmati romantika kawasan Malioboro baik di siang maupun malam hari, yang penuh dengan sajian khas Gudeg Jogja di lesehan di sepanjang jalan Malioboro tersebut. Anda pun juga dapat mengunjungi Kraton Yogyakarta dengan naik delman atau becak dalam waktu kurang lebih 10 (sepuluh) menit.
SEJARAH
Stasiun Tugu merupakan hasil dari pembangunan sistem transportasi kereta api
oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan transportasi penumpang dan hasil
bumi dari perkebunan di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. 17 Juni 1864,
Gubernur Jendereal Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van Beele meletakkan batu pertama
pembangunan rel kereta api pertama di Pulau Jawa. Jalur tersebut dikelola oleh
Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (Perusahaan Perkeretaapian Hindia
Belanda) dan beroperasi mulai 10 Agustus 1867 dengan hubungan jalur kota Semarang
dan Tanggung, Surakarta.
Dalam perkembangannya, jalur baru ini diteruskan sepanjang 166 kilometer ke Kota
Jogja dan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menjadi stasiun pertama yang dibangun
dan beroperasi pada tanggal 2 Maret 1872 untuk jalur Semarang-Jogja. Sementara
itu, Stasiun Tugu mulai dioperasikan pada tanggal 2 Mei 1887. Jalur Surakarta-Jogja
mulai dibangun pada tahun 1899 dan kereta penumpang pertama berjalan pada tanggal
1 Februari 1905.
FASILITAS STASIUN
- Reservasi Tiket KA H-30
- Loket Tiket Langsung
- Peron
- Ruang Tunggu
- Restoran
- Mushola
- Kamar mandi (KM/WC)
- Mini Market
- Warung Telepon
- Taxi Service
- Pemesanan Hotel
- Pemesanan Tour&Travel
- Parkir motor dan mobil
- Penitipan Kendaraan Bermotor Menginap



buru (Jawa)
kejar, berburu (Indonesia)
to chase, to hunt (English)
mburu cukup
Seperlunya saja.
jogja,begitu semua orang mendengar nama kota itu tak akan habis decak kagum kita tentang budaya,tata krama,kuliner dan keramah tamahan warga dsana,walau hanya selama 2 bulan saja aku disana,rasanya ingin kembali kesana lagi untuk selamanya bahkan...
...
idris alfaroby(20) - mahasiswa
Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet
Kode
pameran perdangangan investasi dan seni budaya indonesia andra and the backbone ahmad dhani school of rock 1st jogja international classic bike show hot discount party - bedah rumah dan bangunan l.a. lights indie movie lusy laksita kedai digital jogja yogyakarta music festival academy 2012 secondhand serenade desa gilangharjo walls dung dung puri artha hotel royal ambarukmo yogyakarta lia mustafa musikal laskar pelangi jbr niken larasati jogja sma 17