Salah satu upacara tradisional dalam adat istiadat kematian jawa adalah upacara Brobosan. Upacara Brobosan ini bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia. Upacara Brobosan diselenggarakan di halaman rumah orang yang meninggal, sebelum dimakamkan, dan dipimpin oleh anggota keluarga yang paling tua.
Tradisi Brobosan dilangsungkan secara berurutan sebagai berikut:
1) peti mati dibawa keluar menuju ke halaman rumah dan dijunjung tinggi ke atas
setelah upacara doa kematian selesai,
2) anak laki-laki tertua, anak perempuan, cucu laki-laki dan cucu perempuan,
berjalan berurutan melewati peti mati yang berada di atas mereka (mrobos) selama
tiga kali dan searah jarum jam,
3) urutan selalu diawali dari anak laki-laki tertua dan keluarga inti berada
di urutan pertama; anak yang lebih muda beserta keluarganya mengikuti di belakang.
Upacara tradisional ini menyimbolkan penghormatan sanak keluarga yang masih hidup kepada orang tua dan leluhur mereka.



asu (Jawa)
anjing (Indonesia)
a dog (English)
asu munggah ing papahan
Orang yang mengawini bekas istri atau suami kakak kandung.
Wuih...sarat dengan makna kalao harus mengenang belasan tahun yang lalu. Jogja adalah guratan dan tatahan pola jiwa dan pikiranku, entah apa namanya... masih ingat jelas saat butiran keringat mengukir cerita panjang..indah, syahdu, gelora asmara, malu, capek, lapar....dan haru.
Satu hal yang selalu ...
Acep R(34) - BUMN
Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet
Kode
pameran perdangangan investasi dan seni budaya indonesia andra and the backbone ahmad dhani school of rock 1st jogja international classic bike show hot discount party - bedah rumah dan bangunan l.a. lights indie movie lusy laksita kedai digital jogja yogyakarta music festival academy 2012 secondhand serenade desa gilangharjo walls dung dung puri artha hotel royal ambarukmo yogyakarta lia mustafa musikal laskar pelangi jbr niken larasati jogja sma 17