31 Juli 2014 |
Login | Daftar
Eng
Lotus Health
x
GPS - GUDEGNET PEDULI SESAMA

Zildam: Pejuang Kecil dari Wonosari

Jumat, 31 Agustus 2012, 12:03 WIB

 

Zildam, 1,5 tahun dan Hartanti, ibunya saat berada di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Bersama Komunitas Erye Peduli, Hartanti terus mengupayakan kesembuhan bagi Zildam. (Albertus Indratno / gudeg.net )

Bocah itu matanya terpejam. Badannya membujur di ranjang Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta. Salah satu tangannya terhubung dengan jarum infus. Bunyi nafasnya berat, grok, grok, grok. Kadang ia terbangun karena tersedak. Pada sisi kirinya terdapat tasbih yang tergeletak di meja. Seorang perempuan tua duduk sembari terus memandang wajah pucat bocah itu. “Ibunya sedang keluar mas,” katanya kepada Gudeg.net. Ia memperkenalkan diri sebagai nenek dari bocah itu.

Zildam Azzahra Maulana, laki-laki, balita 1,5 tahun. Ia berasal dari Semanu, Gunung Kidul. Badannya kurus, kulitnya kuning bersih, rambutnya hitam pekat menutupi kepala yang agak datar di bagian belakang. Beratnya kurang dari delapan kilogram.

Menurut neneknya, kepala Zildam yang datar karena saat umur tiga bulan ia harus tidur terus menerus di Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Dokter Sarjito. “Lamanya 22 hari mas,” kata si nenek. “ Kalau ingat saya sampai tidak tega buat makan.”

Zildam dan Hartanti, ibunya menempuh perjalanan panjang dan berat. Awalnya, saat Zildam berumur tiga bulan, tiba-tiba ia terserang sesak napas. Hartanti lalu membawa Zildam berobat ke Rumah Sakit Wonosari. Tiga hari kemudian, Zildam dirujuk ke RS Dr. Sarjito. Ketika berada di RS, Zildam kehilangan kesadaran selama dua minggu. Ia juga sempat mengalami gagal napas – dimana paru – paru tak mampu mensuplai oksigen ke seluruh tubuh atau mengeluarkan karbondioksida dari aliran darah. Hasil analisa akhir menyebutkan Zildam terserang radang paru-paru. Atau dalam istilah medisnya disebut Bronkopneumonia. Akibat penyakit itu tak bisa dianggap sepele: pengecilan volume otak.


Hartati menyangga kepala Zildam. Pengecilan itu mengakibatkan Zildam juga kehilangan kemampuan motoriknya. Ia tak bisa berjalan, berbicara atau merespon seperti anak-anak seusianya. Bahkan, ketika Hartanti menggendong tubuh mungil Zildam, ia harus menyangga bagian lehernya karena saraf-sarafnya masih belum kuat. Kadang-kadang kepala Zildam seperti layu, menunduk menyentuh pundak Hartanti, atau mengarah ke belakang. Zildam hanya bisa memandang Hartanti dengan matanya yang bulat dan bening itu. Hartanti membalas dengan menciumi rambut Zildam.

Menurut catatan Erye Peduli (EP) – Komunitas Kaskus Regional Yogyakarta – Zildam pernah menjalani rawat inap selama 45 hari di R.S. Pantirapih, kemudian pada 28 Mei 2012 harus melanjutkan perawatan ke RSUP Dr. Sardjito selama 22 hari. Lalu pada 26 Agustus 2012 ia kembali menjalani perawatan di RS Panti Rapih.

Komunitas EP membantu biaya pengobatan untuk Zildam. Sebagai ibu rumah tangga yang tak memiliki pekerjaan tetap, tentu berat bagi Hartanti untuk membiayai Zildam. Agar keadaan Zildam membaik, saat ini komunitas EP mengontrakkan rumah bagi Zildam dan Hartanti di daerah Jalan Palagan Tentara Pelajar, Yogyakarta. Disana ia menjalani fisioterapi sebanyak lima kali seminggu. Selama itu juga ia tak boleh terkena debu dan udara dingin. 

Menurut Hartanti, kadang-kadang Zildam masih mengalami sesak napas, terutama saat makan yang dibarengi dengan batuk. Setiap malam Hartanti berdoa mohon kesembuhan bagi putranya. “Apapun akan saya lakukan untuk Zildam,” katanya. “Biar jauh dari rumah yang penting Zildam sembuh.” Ia menangis, lalu melajutkan, “Zildam itu anugerah buat saya.”


Hartanti sedang memandang wajah Zildam. Ia mengatakan jika Zildam sembuh, ia berencana merubah nama buah hatinya itu. “Ada yang mengusulkan Slamet Raharjo,” katanya. “Nenek sebelah rumah usul diganti Sambung Nyowo.”

“Besok kalau Zildam jadi orang hebat,” katanya. “Ia harus membantu teman-teman yang senasib dengan dia.” Tiba-tiba Hartanti diam. Ia lalu teringat saat Zildam tak sadarkan diri di Ruang ICU. “Dulu ada yang bilang kemungkinan Zildam sembuh hanya 25 persen,” katanya. “Tapi saya percaya anak saya bisa berjuang melalui ini semua.”

Saat ini Zildam masih membutuhkan uluran tangan Anda. Gudeg.net dan Erye Peduli mengajak Anda sekalian untuk bergerak membantu Zildam dan ibunya. Silahkan mengetahui tentang kiprah Erye Peduli dan tata cara untuk menyalurkan bantuan bagi sesama yang mebutuhkan dengan mengklik tautan di bawah ini.



albertus indratno - GudegNet



RSS  RSS Feed

CARI BERITA
Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-

Yogyakarta -
- Yogyakarta
Yogyakarta -
- Yogyakarta
BERITA LAIN

AGENDA

Indeks
HOTEL
KULINER
PLESIRAN
RENTAL MOBIL
WARUNG GUDEG

Tentang Kami | Aturan | Hubungi Kami | Banner | Peta Situs | Kembali ke Atas

Copyright © 2000-2014 Citraweb Nusa InfoMedia. All rights reserved.