Apapun yang terjadi, budaya tradisi harus tetap dilestarikan meski perkembangan global terus memberikan pilihan terhadap kebudayaan baru yang bisa jadi lebih populer.Hal tersebut dinyatakan oleh Gubernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X usai menyaksikan pementasan kethoprak tradisional di Auditorium RRI Gejayan Yogyakarta, Kamis malam (4/11).
Sultan menyatakan pementasan kesenian tradisional kethoprak diharapkan mampu menjadi media yang efektif untuk kembali mengapresiasi kesenian tradisional dalam bentuk kethoprak.
"Pementasan ini sebagai program Pemprop agar masyarakat menghargai kebudayaan tradisional kethoprak," ujar Sultan di RRI Gejayan, Kamis (4/11).
Secara pribadi, Sultan sangat mendukung kegiatan ini. Raja Keraton Yogyakarta ini mengatakan akan menjadikan pemetasan ini sebagai agenda rutin tahunan Dinas Kebudayaan DIY.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Djoko Dwiyanto mengatakan, kesenian adalah salah satu sarana untuk menciptakan ketahanan budaya yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
"Di era 70-an, sejumlah kelompok kethoprak muncul di DIY, dan telah diakui di tingkat nasional. Kesenian kethoprak yang mereka wariskan patut kita lestarikan dan kembangkan," ujarnya.
Djoko bahkan menekankan keseriusan pemerintah dalam nguri-uri kesenian kethoprak dengan melibatkan pejabat pemerintahan untuk turut bermain dalam pementasan kethoprak.
"Pejabat pemerintah turut mendukung dan memberikan dorongan moril kepada seniman kethoprak di DIY dengan ikut tampil dalam pementasan ini," tukasnya.
Pementasan kethoprak tardisional 2009 digelar selama lima hari pada 29 November hingga 3 Desember. Kegiatan ini diikuti oleh lima kelompok kethoprak dari empat kabupaten dan kota di DIY. Yang menarik adalah adanya keterlibatan pejabat pemerintah dalam pementasan kethoprak tersebut.



Kirim Komentar