28 Juli 2014 |
Login | Daftar
Eng
Lotus Health
x
WHAT'S NEW

Mainan Tradisional Tetap Bertahan

Jumat, 12 Maret 2010, 11:06 WIB




Perajin dan penjual mainan tradisional kuda glondongan, kuda gepeng dan truk kayu tidak kecil hati terhadap adanya serbuan mainan China yang saat ini harganya lebih murah dan lebih vatiatif. Mereka tetap optimis karena measa mempunyai segmen pembeli tersendiri bagi dagangannya.

Saiful Hidayat, salah satu perajin sekaligus pedagang mainan tradisional dari bahan kayu yang menjajakan dagangannya di Jalan Wonosari menyatakan,  untuk mainan jenis kuda-kudaan dan truk-trukan mini ini sampai sekarang masih diburu pembeli.

"Pembeli dagangan saya khususnya dari kalangan menengah ke atas karena harga mainan ini memang relatif lebih mahal dibandingkan mainan dari China yang memang sangat murah," katanya.

Menurutnya, usaha yang dilakoninya telah turun temurun sejak tahun 1965. Dirinya sendiri mulai meneruskan usaha keluarga ini baru pada tahun 2001 lalu dengan memilih Yogyakarta sebagai daerah pemasaran yang cukup menuruntya cukup potensial.

"Selain itu, pemasok mainan tradisional kuda-kudaan dan truk mini yang ada di DIY memang berasal dari daerah Malang dan didistribusikan di DIY serta Jawa Tengah," tandasnya.

Saiful mengatakan kenapa mainan jenis ini banyak didatangkan dari Malang di banding dari Magelang karena secara fisik mainan kuda-kudaan yang berasal dari Malang bentuk fisiknya lebih besar dan kaya akan warna. Selain itu kayu yang digunakan sebagai bahan dasar pembuat mainan berasal dari kayu miri yang mudah di dapat di daerah Malang dan dapat bertahan hingga tiga tahun lamanya.

Mengenai harga mainan memang cukup mahal apabila dibandingkan dengan mainan dari China yang rata-rata terbuat dari plastik, karena kuda-kudaan dan truk mini ini dibuat yang keseluruhannya kayu miri. Untuk harga kuda gepeng Rp 35 ribu, truk mini Rp 50 ribu, dan kuda glondong Rp 80 ribu. Yang paling laku dan dicari pembeli adalah kuda gepeng.

"Dalam satu hari biasanya laku 10 mainan, kalau laris bisa sampai 20 buah tiap harinya dengan mendapat untung Rp.10.000 tiap mainan," ungkapnya.

Sebenarnya yang mahal bukan bahan bakunya karena pohon kayu miri banyak dijumpai di Malang, tetapi ongkos transportasi untuk pendistribusian dan ongkos kirim yang mahal dikarenakan bentuk mainan ini cukup menyita tempat.
Mengenai pembuatannya sendiri, dalam satu hari proses produksi hanya dilakukan satu orang bisa menghasilakn 20 rangka kuda dan truk, yang lama justru proses pengecatan dan pengeringan warna yang maksimal membutuhkan waktu hingga 1 minggu.

Meskipun banya mainan modern yang sekarang beraneka ragam jenisnya, namun daya tarik mainan ini selalu ada dan mempunyai konsumen tersendiri yang tetap meminati mainan tradisional seperti ini.

Joko Widiyarso - GudegNet

Tag: perdagangan bisnis


AGENDA TERKAIT


CARI BERITA
Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-

Yogyakarta -
- Yogyakarta
Yogyakarta -
- Yogyakarta
BERITA LAIN

BERITA TERKAIT

AGENDA

Indeks
HOTEL
KULINER
PLESIRAN
RENTAL MOBIL
WARUNG GUDEG

Tentang Kami | Aturan | Hubungi Kami | Banner | Peta Situs | Kembali ke Atas

Copyright © 2000-2014 Citraweb Nusa InfoMedia. All rights reserved.