Saat ini setidaknya ada sekitar 228 lubang biopori yang telah digali di Kota Yogyakarta. Lubang-lubang tersebut sebagai antisipasi dan solusi bagi adanya lebih 64 titik genangan air yang ada di Kota Yogyakarta.
"Setidaknya sekarang ada sekitar 64 titik genangan air yang ada di Kota Yogyakarta, khususnya di gang-gang. Itu belum termasuk yang ada di jalan-jalan besar. Jadi mungkin bisa lebih banyak lagi," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Suyono di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Jumat (19/3).
Untuk itu, Suyono menyataka Pemkot akan mengadakan proyek pembuatan lubang biopori untuk menamnggulangi adanya titik genangan di sejumlah jalan.
"Dengan lubang biopori, air tidak akan langsung hilang, tapi kalau dengan drainase air akan langsung hilang," tandasnya.
Keunggulan pembuatan lubang biopori adalah tidak membutuhkan biaya yang besar da tempat yang luas. "Kalau membuat resapan air hujan relatif mahal dan butuh tempat yang luas," ungkapnya.
Pada tahun ini, Pemkot Yogyakarta setidaknya menargetkan tiap-tiap orang untuk membuat lubang biopori sebanyak dua buah. "Kami menargetkan satu juta lubang biopori akan dibuat oleh masyarakat," paparnya.
Meski belum terbukti dapat menahan bencana banjir, keberadaan lubang biopori bisa mengurangi genangan yang ada di jalan serta mampu mengurangi kekeringan.
"Setidaknya sekarang ada sekitar 64 titik genangan air yang ada di Kota Yogyakarta, khususnya di gang-gang. Itu belum termasuk yang ada di jalan-jalan besar. Jadi mungkin bisa lebih banyak lagi," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta, Suyono di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Jumat (19/3).
Untuk itu, Suyono menyataka Pemkot akan mengadakan proyek pembuatan lubang biopori untuk menamnggulangi adanya titik genangan di sejumlah jalan.
"Dengan lubang biopori, air tidak akan langsung hilang, tapi kalau dengan drainase air akan langsung hilang," tandasnya.
Keunggulan pembuatan lubang biopori adalah tidak membutuhkan biaya yang besar da tempat yang luas. "Kalau membuat resapan air hujan relatif mahal dan butuh tempat yang luas," ungkapnya.
Pada tahun ini, Pemkot Yogyakarta setidaknya menargetkan tiap-tiap orang untuk membuat lubang biopori sebanyak dua buah. "Kami menargetkan satu juta lubang biopori akan dibuat oleh masyarakat," paparnya.
Meski belum terbukti dapat menahan bencana banjir, keberadaan lubang biopori bisa mengurangi genangan yang ada di jalan serta mampu mengurangi kekeringan.



Kirim Komentar