Muhammadiyah Bantah Komentari Waktu Solat Subuh Kepagian

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah membantah adanya pemberitaan yang menyatakan bahwa Muhammadiyah memandang awal waktu salat subuh yang berlaku sekarang terlalu pagi.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamadiyah, Prof. DR. Syamsul Anwar menegaskan hal tersebut perlu diluruskan karena Muhammadiyah memang tidak pernah memandang waktu subuh yang diberlakukan saat ini sekarang kepagian.

"Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah memandang bahwa waktu yang sekarang ini sudah reasoable dan tidak perlu dipermasalahkan lagi," di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, Kamis (25/3).

Menurutnya, apa yang dipakai di lingkungan Muhammadiyah dan dicantumkan dalam kalender Muhammadiyah yang memuat waktu-waktu salat yang di buat oleh Majelis Tarjih dan Tadjid Pimpinan pusat Muhammadiyah adalah sebagaimana yang berlaku sekarang.

Majelis berpendapat awal waktu salat subuh yang sekarang ini dengan kedalaman matahari 20 derajat di bawah ufuk sudah pas dan akan dikukuhkan dalam Munas Muhammadiyah mendatang.

Syamsul mengatakan dalam Musyawarah Nasional (Munnas) ke-27 Tarjih Muhammadiyah yang akan diadakan di Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 1 hingga 4 April 2010 mendatang polemik tersebut akan dibicarakan karena ada beberapa kalangan yang menganggpanya kepagian dalan masuk dalam bahasan Pedoman Hisab Muhammadiyah.

"Pembahasan tetang hisab ini meliputi pedoman hisap arah kiblat, perhitungan waktu-waktu salat, perhitungan awal bulan, gerhana dan berbagai tuntunan ibadah terkait dengannya, termasuk dalam hal ini masalah awal waktu salat subuh yang sempat dipermasalahkan berbagai kalangan," ujarnya.

Ditambahkan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Drs Oman Fathurahman, M. A  yang mengatakan solat subuh kepagian dari dulu memang ada padangan yang berhubungan tetang fajar atau pertanda awal waktu solat subuh. "Terakhir lalu ada pandangan jika fajar itu kalau sudah terang seperti yang dialami di daerah Malang yang fajarnya belum terlihat sinar putih yang terang, padalah dikatakan fajar iru sudah terbit ke arah terang," katanya.

Oman menegaskan mengenai solat subuh kepagian ini memang tidak semata-mata diukur dengan padangan mata karene memang tidak terdekteksi oleh mata munculnya sinar terang. Parameter yang digunukan untuk menentukan waktu solat subuh adalah parameter matahari atau parameter kuantitatif yang diukur berdasarkan kedalaman atau ketinggian matahari.

"Misalnya di daerah yang dekat dengan khatulistiwa mempunyai ketinggilan matahari 20 derajat yang waktunya mencapai 1 jam 20 menit atau 80 menit bisa saja sama waktunya dengan daerah yang jauh dari khatulistiwa atau ketinggian lebih dari 20 derajat yang  jalannya matahari lebih lama. Maka terkait hal ini agar tidak datar-datar saja perlu dipadukan ilmu agama dan ilmu astronomi," pungkasnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM



    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini