Kamis, 22 April 2010, 09:48 WIB
Seniman Katirin Coba Meringkus Waktu
Joko Widiyarso - GudegNet

Dalam pameran 'Meringkus Waktu', seniman Katirin mencoba memvisualisasikan rangkaian gerak-gerik pergulatan hidup manusia sepanjang waktu dalam karya dua dimensi dan tiga dimensi.
Sebanyak 20 lukisan dan enam karya tiga dimensi dihadirkan seniman Katirin dalam pameran tunggalnya yang digelar di Tujuh Bintang Art Space sejak 17 April hingga 2 mei 2010.
"Berangkat dari hidup yang tidak peranah terdefinisikan dan senantiasa luput dari genggaman pemahaman serta penuh misteri, saya mencoba untuk menuangkan ini ke dalam lukisan dengan tetap membiarkan sebagian terbungkus ke dalam misteri," ujar Katirin saat ditemui di Tujuh Bintang Art Space, Jl. Sukonandi No.7 Yogyakarta, Rabu malam (21/4).
Katirin mengatakan sesungguhnya realita tidak pernah telanjang dan selalu terbingkai oleh narasi yang rumit dan panjang. Maka ia menolak setiap ilusi yang menagku telah memindahlan seluruh realita ke dalam visualisasi sehingga tidak pernah nyata kecuali samar-samar.
"Pemahaman kata terhadap objek adalah perjalanan saya dalam 'diam' sehingga sepanjang itu saya seperti sedang menelusuri mata dan lrkukan batin sendiri untuk menangkap makna yang hanya bisa digapai dengan mengembangkan segenap rasa simpati dan melibatkan diri dengan seluruh emosi," paparnya.
Selanjutnya Katirin mengatakan dilatarbelakangi dari sumber itu dia mencoba memberikan sebagaian kekuatan dan tenaga pada objek-objek karyanya lewat sapuan, warna, garis, tekstur dan goresan untuk menghantarkan pada sesuatu yang jauh dan tak terperi itu, selebihnya membiarkan karya-karyanya berbicara sendiri.
Sementara kritikus seni rupa yang juga Dosen Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, Suwarno Wisetrotomo menyatakan, pameran ini lebih menampakan pergulatan kesenian seorang Katirin dalam menjelajah dan mengobservasi tubuh dalam ruang dan waktu. Menunggu hanyalah peristiwa dari rangaian waktu yang sesungguhnya mengisaratkan tentang kesementaraan tubuh.
"Upaya-upaya untuk meringkus waktu, sesungguhnya hanya akan mubazir, kecuali jika upaya itu ditujukan untuk berpacu dengan memberi makna tubuh sesungguhnya fana dan nila-nilailah yang abadi," ungkapnya.
Suwarno menjelaskan karya-karya terbaru Katirin dalam pameran kali ini mengungkapkan perihal menunggu yang segera bisa diungkap dari gejala visualnya adalah pose-pose atau gestur figur yanmencitrakan posisi menunggu.
"Ia juga melakukan eksplorasi material, tidak hanya dengan cat dan kanvas, tetapi juga menggunakan kertas untuk menghasilkan tekstur dan menggunakan kayu-kayu bekas untuk mengubah patung," pungkasnya.
Tag:
pameran seni rupa seni instalasi
Berita Terkait
Agenda Terkait
Tag
Simpan di: