Sebanyak 8 dari 11 foto dokumentasi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dipamerkan dalam pameran 'Jogja Kota Revolusi (1945-1950)' pada 18 Agustus hingga 19 September 2010 mendatang di Jogja Galeri Yogyakarta.
Seluruh foto dekumentasi tersebut adalah sebagian dari sekitar 91 karya foto peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 serta sejumlah foto kenangan peristiwa pada tahun 1945-1950 di Yogyakarta.
Selain itu dipamerkan juga film video dokumenter kompilasi dari tahun 1945-1949, patung Bung Karno, serta masing-masing tiga buah baju milik Bung Karno, Bung Hatta dan Muhammad Roem, satu pasang sepatu dan peci Bung Karno, sepasang sepatu Bung Hatta, dan buku-buku dan benda kenangan lainnya.
Salah satu kurator pameran Giat Wahyudi menyatakan, foto "Mengambil Nasib di Tangan Sendiri" misalnya, adalah salah satu foto yang menarik sebab tidak pernah dilihat masyarakat umum.
"Dalam foto tersebut, Bung Hatta memberikan sambutan sebelum Bung Karno membacakan Proklamasi, yang fotonya sering kita saksikan," tuturnya.
Foto-foto tersebut rupanya tersimpan rapi di Yayasan Bung Karno. Alex dan Frans Mendur dari IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) merupakan dua bersaudara yang menjadi fotografer pada peristiwa detik-detik Proklamasi itu.
"Foto ini adalah salah satu foto yang menarik sebab tidak pernah dilihat masyarakat umum. Bung Hatta memberikan sambutan sebelum Bung Karno membacakan Proklamasi, yang fotonya sering kita saksikan," terangnya.
Karya foto dalam pameran ini ditampilkan secara kronologis mulai dari tahun 1945 hingga tahun 1950. Setahun usai diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia, rupanya Indonesia tidak serta merta langsung berjaya. Para sekutu datang sehingga ibukota sempat pindah ke Jogjakarta pada tahun 1946. Selama empat tahun, Jogja menjadi kota penting di Indonesia.
"Yang kami tampilkan adalah peristiwa yang berkaitan denga ketatanegaraan. Ketika baru merdeka, kemudian sekutu datang dan ibukota pindah ke Jogja. Setelah itu ada peristiwa para pemimpin dibuang ke Brastagi, banyak perundingan-perundingan, hingga RI diakui menjadi negara kesatuan," ungkapnya.
Foto-foto tersebut dikumpulkan sejak tahun 2005. Tidak mudah bagi para tim kurator yang terdiri dari Dr. dr. Rushdy Hoesein, M.Hum, Edi Elison, Ir. Bambang Eryudhawan, dan Giat Wahyudi untuk menyusun foto-foto ini.
Foto lain yang menarik adalah foto yang menggambarkan rombongan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang dipimpin oleh Rajiman Widyoningrat, M. Hassan dan Dr Sam Ratulangi tampak hadir meskipun terlambat.
Ada juga foto lain seperti pada 10 November 1945, Bung Karno, Bung Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX memimpin badan kongres pemuda Indonesia di Alun-alun Utara Jogja.
Jika ingin lebih santai, bisa melihat foto Dr. Sukiman, Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Jenderal Sudirman sedang duduk santai di sofa. Foto tersebut adalah foto saat krisis kabinet Syahrir pada 1947.
Ketika Indonesia menjadi Republik Indonesia Sementara (RIS), ada foto saat Soekarno dilantik menjadi RIS di Siti Hinggil, Kraton Ngayogakarta pada 17 Desember 1949. Tampak Soekarno duduk di atas kursi, di salah foto lain ada suasana pelantikan. Selain itu ada foto pernikahan Bung Hatta di Jogja yang disaksikan oleh Soekarno.
Simpan di: