Warga di sekitar Kali Code kembali mendapat bantuan alat pembersih dari sejumlah pihak. Bantuan tersebut berupa 900 buah serokan pasir, 100 buah cangkul, 50 buah sekop, 7200 buah karung dan 4 unit mesin penyedot pasir.
Bantuan dari PT XL Axiata Tbk bekerjasama dengan Pundi Amal SCTV itu diberikan untuk pengerukan Kali Code di sekitar kampung Jogoyudan Yogyakarta, Minggu (12/12). Kegiatan tersebut dikhususkan di bantaran Kali Code di sekitar Jembatan Jetis hingga daerah Wirosaban, sejauh lima kilometer.
Pada acara tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan penghargaannya terhadap peran aktif seluruh pihak dalam pemulihan yang dilakukan di sekitar Kali Code.
Menurutnya, pengerukan pasir di sepanjang Kali Code harus dilakukan, "Mengingat musim hujan yang akan berlangsung 3-4 bulan lagi apalagi dengan curah hujan yang tidak bisa diprediksi," jelasnya kepada warga.
Saat ini, Sultan mengaku bahwa pemerintah belum berani mengeruk lahar dingin di Kali Boyong dan Kali Kuning karena dirasa masih berbahaya. Hal itu karena curah hujan yang terjadi saat ini masih cukup tinggi.
Sultan menambahkan, letusan Merapi lalu mengeluarkan lahar panas dan lahar dingin sekurangnya 147 juta meter kubik material. Untuk itu, daerah Code harus terus waspada terhadap ancaman lahar dingin.
"Kalau yang masuk ke Kali Boyong lalu mengalir ke Kali Code sekitar 20 persennya saja maka sekitar 30 juta materialnya akan turun terkena air hujan dan larut masuk ke Kali Code," tuturnya.
Bantuan dari PT XL Axiata Tbk bekerjasama dengan Pundi Amal SCTV itu diberikan untuk pengerukan Kali Code di sekitar kampung Jogoyudan Yogyakarta, Minggu (12/12). Kegiatan tersebut dikhususkan di bantaran Kali Code di sekitar Jembatan Jetis hingga daerah Wirosaban, sejauh lima kilometer.
Pada acara tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan penghargaannya terhadap peran aktif seluruh pihak dalam pemulihan yang dilakukan di sekitar Kali Code.
Menurutnya, pengerukan pasir di sepanjang Kali Code harus dilakukan, "Mengingat musim hujan yang akan berlangsung 3-4 bulan lagi apalagi dengan curah hujan yang tidak bisa diprediksi," jelasnya kepada warga.
Saat ini, Sultan mengaku bahwa pemerintah belum berani mengeruk lahar dingin di Kali Boyong dan Kali Kuning karena dirasa masih berbahaya. Hal itu karena curah hujan yang terjadi saat ini masih cukup tinggi.
Sultan menambahkan, letusan Merapi lalu mengeluarkan lahar panas dan lahar dingin sekurangnya 147 juta meter kubik material. Untuk itu, daerah Code harus terus waspada terhadap ancaman lahar dingin.
"Kalau yang masuk ke Kali Boyong lalu mengalir ke Kali Code sekitar 20 persennya saja maka sekitar 30 juta materialnya akan turun terkena air hujan dan larut masuk ke Kali Code," tuturnya.



Kirim Komentar