Kementrian Pendidikan Nasional mengikutsertakan 2 buah robot beroda yang dibuat oleh
mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan 2 buah robot berkaki yang dibuat oleh mahasiswa ITB. Masing-masing dari 2 universitas
tersebut mendapatkan gelar juara 1 dan 2. Kontes robot yang diselenggarakan di Trinity college, Harford, Connecticut, USA
pada tanggal 9-10 April 2011 tersebut membawa Robot Koplax dan Robot Iron Fire meraih juara 1 dan 2.
Anggota tim yang terdiri dari beberapa mahasiswa semester 4 dan 6 tersebut telah
mengharumkan nama Indonesia dikancah teknologi robot internasional. Sebelumnya, 2 robot tersebut telah berkompetisi di
kategori regional dan nasional hingga pada akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi dengan negara-negara seperti
USA, China, portugal, Israel, Canada, dan Meksiko.
Mahasiswa yang berprestasi dalam kontes robot beroda tersebut antara lain Noer Aziz Ismail,
Wahyu Wijayanto dan Luis Rizki Ramelan. Menurut Wahyu Wijayanto yang saat ini berada di semester 6 mengatakan bahwa Robot
Iron Fire dan Robot Koplax merupakan prototipe robot yang mampu memadamkan api dalam waktu yang relatif cepat. Dua robot
tersebut dalam proses trial tiga kali percobaan memiliki nilai total 4,6 detik. Saat dalam pertama kali percobaan
Robot Komplax memberikan catatan waktu terbaik 0.8 detik, sedangkan Robot dari china 0.9 detik.
Dari dua robot tersebut, Koplax menggunakan roda depan sebuah sendok sayur yang ternyata
memiliki tingkat kestabilan yang tinggi saat menemui rintangan pada medan dan memiliki catatan waktu tercepat saat robot
tersebut memadamkan api. Wahyu menambahkan bahwa untuk proses pembuatan robot ternyata membutuhkan riset selama 2 tahun dan
untuk pembuatan secara fisik kurang lebih selama 2-3 bulan. Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan robot mencapai 50 juta
rupiah.



Kirim Komentar