Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Senin, 5 September 2011, 16:12 WIB

Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945

Budi W - GudegNet


Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan arak-arakan dari Kantor Kepatihan Yogyakarta menuju Pagelaran kraton Yogyakarta pada Senin (05/09). Disamping melakukan silaturahmi dengan Raja sekaligus Gubernur DIY, rakyat Yogyakarta juga melakukan aksi simpatik mendukung amanat 5 September 1945 berupa 'Ijab' yang dilakukan oleh Alm. Presiden Soekarno kepada Sri Sultan HB IX dan Sri Paduka Pakualam ke IIIV berupa 'Qobul' pada saat itu.

Saat arak-arakan memasuki Pagelaran Kraton Yogyakarta, masyarakat mulai memasuki area Pagelaran. Kidung mengenai amanat penetapan dilantunkan oleh seorang abdi dalem. Selanjutnya Lagu Indonesia Raya berkumandang dengan keras namun khidmad. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan amanat 5 Sptember 2011. Orang yang mendapatkan mandat saat itu adalah Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana diikuti oleh seluruh bupati, dan ketua DPRD Kabupaten diseluruh DIY.

Isi dari amanat 5 September 2011 tersebut mengatakan bahwa rakyat Daerah Istimewa yogyakarta mendukung penuh penetapan posisi Gubernur dan Wakil gubernur DIY dipegang oleh Sri Sultan Hamengkubowono dan Sri Paduka Pakualam sesuai dengan Ijab Qobul yang telah dilaksanakan pada 5 September 1945 kala itu.

Adapun pernyataan masyarakat Yogyakarta itu dinyatakan sebagai berikut: "Kami atas nama rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia menyatakan, menghormati, mengakui dan meneguhkan amanat 5 September 1945 yang dinyatakan oleh Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubowono Senopati Ing Ngalogo ingkang Jumeneng kaping IX ing Ngayogyokarto Hadiningrat serta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Pakualam kaping IIIV ing Ngayogyokarto Hadiningrat, adalah wasiat harga mati tidak bisa diubah oleh siapapun juga."

Yoeke Indra Agung Laksana kemudian melanjutkan pidatonya, " Dengan ini kami ata nama Rakyat Yogyakarta menetapkan bahwa Ngarso Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengkubowono Senopati Ing Ngalogo Nganburrahman Sayidin Panotogomo Khalifatullah ingkang jumeneng wonten Ngayogyokarto Hadiningrat Sebagai Gubernur Kepala Daerah Istimewa yogyakarta serta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Pakualam ingkang Jumeneng wonten Ngayogyokarto Hadiningrat sebagai Wakil gubernur Kepala Daerah Istimewa yogyakarta."

Tepuk tangan langsung membahana bersamaan dengan pernyataan itu. Sri Sultan HB X sendiri menyadari bahwa amanat kedua almarhum Sri Sultan Hamengkubowono IX dan Pakualam IIIV harus selalu dijaga. "Saya ingin mengingatkan bahwa dengan bergabungnya DIY ke NKRI tidak hanya bicara penetapan, tidak hanya bicara rakyat namun DIY saat bergabung memiliki jatidiri Negara Ngayogyokarto Hadiningrat" Ucap sultan didepan rakyatnya.

Namun Sultan tetap mengingatkan rakyatnya bahwa usia akan terus bertambah, kesehatan seseorang akan menurun seiring berjalannya waktu. "Saya menginginkan dinamika pemerintahan ini berjalan dengan lancar." ungkap Sultan. Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa agar mereka yang diatas sana tidak melupakan sejarah.



"Rakyat Yogyakarta memiliki 3 spirit yang harus elalu dijaga yaitu jiwa masyarakat Jogja yang Merah Putih, Berkepribadian Pancasila dan Berwatak bhineka Tunggal Ika." Jelas Sultan. Tidak hanya itu saja Beliau juga mengatakan bahwa masyarakat DIY harus menegakkan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan dan Keadilan.

Fenomena sejarah ini mendapatkan perhatian yang mendalam dari Pusat Studi Pancasila UGM. Prof. Sutaryo selaku perwakilan dari lembaga tersebut mengatakan bahwa 3 spirit yang dinyatakan sultan tersebut merupakan sesuatu yang harus didalami oleh seluruh rakyat tidak hanya Jogja namun seluruh rakyat indonesia.

GBPH Prabukusumo yang hadir pada saat itu juga menegaskan bahwa kontrak politik 5 september 1945 merupakan amanat luhur dalam berdirinya NKRI. "Mohon pada pemerintah untuk menjalankan amanat yg telah dijanjikan saat itu. kalau rakyat marah dan mendukung itu sudah wajar, ada masalah apa ini? mohon jangan dipolitisir tentang RUU ini." Pungkasnya.

Tag: kraton penetapan

Simpan di:

Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Delicious Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Digg Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to reddit Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Facebook Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to StumbleUpon Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Lintas Berita Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to FURL Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Technorati Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Newsvine Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Ma.gnolia Add 'Rakyat Jogja Pegang Teguh Maklumat 5 September 1945' to Google Bookmarks


Berita Terkait


Agenda Terkait



Tag

Cari Berita

Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-
Hotel Paramitha
4 Star Hotels under $99 on CheapOstay.com
  • Paribasan

    bun (Jawa)

         embun (Indonesia)

         dew, dewdrop (English)

     

    adhang-adhang tetesing bun

     

    Mengharap kebahagiaan yang belum pasti datangnya.

     


    Waiting for a happiness uncertainly.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda

     

  • Kesaksian

    jogja never ending asia,mgk kata itu tidak cukup menggambarkan jogja,kota yang penuh dengan warisan budayanya. 5 setengah tahun disana membuatku seperti sudah menjadi bagian erat dari kota itu. Sekarang aku di jakarta,tapi tetap nuansa jogja selalu membuatku rindu...dalam waktu dekat aku ingin cari ...
    stephanus arbi(25) - swasta

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google