Pendopo
Dari :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Ke :

Tanggal :
Jadwal Kereta Api
Jadwal Pesawat
Minggu, 22 Januari 2012, 16:55 WIB

Promdok Arifuddin Ismail

Budi W - GudegNet


Nelayan Mandar memiliki ritual laut, yang terkait dengan penghidupannya di laut, kepercayaannya terhadap penguasa alam semesta (Allah SWT), alam gaib dan hal-hal yang membahayakan di laut. Tuhan dan alam gaib menjadi pusat dari pelaksanaan ritual. Nabi khidir direpresentasikan sebagai penguasa laut.

Tujuan utama dari ritual nelayan Mandar adalah untuk mendapatkan rezeki yang memadahi, perlindungan dari Tuhan agar terhindar dari bahaya laut (kawao, badai, hantu laut dan sebaginya). Demikian juga untuk mendapatkan barokah dari Allah SWT. Ritual dibagi 3: Ritual konstruksi (ritual pembuatan perahu hingga penurunan awal perahu ke laut). Ritual produksi (ritual sebelum melaksanakan pekerjaan melaut). Ritual distribusi (berupa upacara syukuran hasil tangkapan dan ritual syukuran awal bulan ramadhan).

Dalam proses penyebaran Islam, ritual laut nelayan Mandar sebagai budaya lokal mengalami akulturasi dengan Islam. Para ulama melakukan proses trasformasi dengan menggunakan nalar Islam sufistik, untuk memudahkan nilai-nilai Islam memasuki ruang epistemologi masyarakat mandar.
Hasil akulturasinya, diperoleh nalar sufisme dalam praktek ritual-keislaman nelayan Mandar yang mengandung 3 konsep : 1. Konsep penyerakan diri terhadap Puanggalla Taala (penguasa alam). Konsep ini mengandung ekspektasi keselamatan diri dan perjuangan memperoleh rezeki yang memadahi. Disebut perjuangan karena medan laut yang ditempuh nelayan sangat menantang dan berada pada ketidakpastian. Maka segalanya diserahkan kepada Allah SWT sebagai penguasa segalanya. 2. Konsep Pembersihan diri dan pembersihan hati. Konsep ini mengandung maksud penolakan untuk memakan rezeki yang dianggap tidak halal.
Karena keyakinan makanan nyang diperoleh dari rezeki yang tidak halal akan berpengaruh buruk bagi dirinya, keluarga dan generasi yang ditinggalkan. Mereka menekankan kejujuran dan kerja keras yang merupakan implikasi dari sistem religiusitas-sufistik mereka. 3. Konsep muqbarakkoq. Konsep ini merupakan basis filosofis dari konsep pembersihan diri dan hati. Maknanya, masyarakat nelayan Mandar lebih memilih rezeki yang maqbarakkaq dari pada harta yang berlimpah tetapi tidak maqbarakkaq. Maqbarakkah tidak terkait dengan banyak sedikitnya harta yang diperoleh, tetapi implikasi positif rezeki perolehan dalam kehidupan para nelayan.

Demikian antara lain hasil riset doktoral Arifuddin Ismail (54 tahun), setelah melakukan penelitian dengan menggunakan metode grounded research dengan pendekatan historis, kasus, normatif dan relativitas terhadap para nelayan di Mandar, Sulawesi barat. Hasil riset putra kelahiran Majene berjudul “Islam Dalam Ritual Nelayan Mandar (Studi di Pambusuang Polman Sulawesi Barat)” ini dipresentasikan dalam promosi terbuka untuk memperoleh Gelar Doktor Bidang Ilmu Agama Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, di ruang Convention Hall, baru-baru ini.

Di hadapan Tim Penguji antara lain: Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa Putra, MA., M. Phil., Prof. Dr. Dudung Abdurrahman, M. Hum., Dr. Maharsi, M. Hum., Dr. Mohammad Soehadha, S. Sos., M. Hum., Prof. Dr. H. Mudjahirin Thohir, MA., (Promotor merangkap Penguji) dan Dr. Hamim Ilyas, MA., (Promotor merangkap Penguji), Promovendus lebih jauh memaparkan, implikasi dari proses akulturasi Islam dan nilai lokal masyarakat nelayan Mandar adalah munculnya Islam lokal sebagai nilai budaya baru yang kemudian menjadi tradisi yang mewarnai konstruksi keagamaan, sekaligus kebudayaan nelayan Mandar.

Munculnya Islam telah mempromosikan posisi Anangguru sebagai elite sosial yang penting. Kehadiran Anangguru tidak hanya berfungsi untuk menjada ritme keagamaan, dengan membuka pengajian al Qur’an dan kitab klasik, tetapi juga menjadi pemimpin segala kegiatan ritual masyarakat nelayan Mandar.

Pranata sosial-budaya seperti tradisi mappatammag koroang (tamat mengaji), maulidan, makkuliwa, maqappu (ritual menjelang ke laut) dan upacara daur hidup menjadi tempat persemaian tradisi Islam lokal. Pembacaan berzanji disertai ritual khusus, menjadi ekspresi cita rasa Islam bercampur tradisi lokal. Cita rasa Islam Lokal ini telah diterima sebagai nilai dan tradisi yang membentuk identitas keislaman masyarakat nelayan Pambusuang. Menyebut agama Islam tidak hanya bermakna malaksanakan ritual yang wajib seperti shalat, zakat, puasa dan haji. Tetapi juga keseluruhan proses ritual sosial.

Islam tidak terpisah antara masjid dan ruang kebudayaan. Islam ada di masjid, di rumah dan di perahu. Sementara, keseluruhan praktek Islam lokal di Pambusuang(Mandar) hingga saat ini sulit dipengaruhi modernitas, karena tradisi dan Islam sudah menyatu sebagai bentuk agama yang disemaikan dalam pranata-pranata sosial yang telah mapan dan kuat.

Dari analisis disertasinya, bapak 4 putra dari istri Sri Samiaji Mujiarti ini juga mengungkap, akulturasi Islam dengan ritual nelayan Mandar menjadi ajang peneguhan keyakinan akan kemahakuasaan Tuhan di muka bumi, memancarkan semangat kerja (motivasi), keberanian (kepercayaan diri), kejujuran, serta pembentukan mentalitas ke arah lebih baik.

Ritual bukan hanya media untuk menghubungkan diri dengan Allah SWT (Sang Maha Kuasa) untuk mendapatkan perlindungan keselamatan jiwa dan harapan memperoleh hasil yang lebih banyak, melainkan juga pembentukan mentalitas yang baik bagi nelayan. Jadi ritual sangat fungsional bagi masyarakat nelayan. Terbukti sampai sekarangpun tidak hanya nelayan tradisional yang menjalankan ritual ini.

Nelayan dengan menggunakan teknologi modern di sana juga ikut melakukannya. Para nelayan modern di sana juga berkeyakinan bahwa, teknologi telah menawarkan kecepatan, ketepatan, hasil yang maksimal dan kenyamanan,tetapi mereka tetap meyerahkan rezeki dan keselamatan mereka kepada kegendak Allah SWT, sehingga ritual tetap mereka lakukan. Arifuddin Ismail menjadi doktor yang ke 333 yang telah diluluskan Program pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Tag: uin sunan kalijaga

Simpan di:

Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Delicious Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Digg Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to reddit Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Facebook Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to StumbleUpon Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Lintas Berita Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to FURL Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Technorati Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Newsvine Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Ma.gnolia Add 'Promdok Arifuddin Ismail' to Google Bookmarks


Berita Terkait



Tag

Cari Berita

Berdasarkan Kata Kunci
Kategori
Tanggal Upload
Semua
-
Indah Jaya
4 Star Hotels under $99 on CheapOstay.com
  • Paribasan

    basa (Jawa)

         bahasa (Indonesia)

         language (English)

     

    nglukika basa

     

    Dikira telah mengaku, ternyata ingkar.

     


    Bullshit.

     

  • Perhitungan Weton

     

    Silakan mengisi tanggal lahir Anda

     

  • Kesaksian

    Udah hampir satu tahun lebih aku meninggalkan Jogja, kota kelahiranku tercinta untuk merantau demi mencari sesuap nasi. Perasaan rindu akan Jogja selalu meliputi hatiku. Kota yang tenang, damai, nyaman, ramah, wah pokoknya komplit siiip deh. Buat Jogja tak akan pernah aku temukan di surabaya ...
    Mey(23) - Admin

    Indeks

     

  • Beritahu Teman

    Beritahu teman Anda tentang situs GudegNet

    Kode       

     

  •  

  •  

  • Google