
Bagaimana Anda mudik lebaran tahun ini?
Anita Khaca
Alny
Frida Kdi
Della Citra
Artika
Lolita
Amoy Rainita
Inul Daratista
Donna Ray
Banyaknya kebudayaan baru (asing-red) yang akhir-akhir ini mulai merasuk bahkan
hingga
ke pelosok daerah tak pelak akan memengaruhi eksistensi kebudayaan lokal sebuah
daerah
yang telah ada sejak dahulu.
Kebudayaan baru yang dalam sebuah masyarakat, meski tidak serta merta langsung
diterima, namun mempunyai kecenderungan untuk bertahan dan mempunyai habitat dengan
sendirinya yang akan berdampak pada ditinggalkannya kebudayaan asli sebuah daerah.
Festival Jathilan, sebuah acara yang digagas oleh Jogja TV dalam rangka memeringati
hari jadinya ke-3, sejak 12 November - 14 November digelar sebagai saah satu sarana
untuk melestarikan kebudayaan lokal khususnya pada tingkat grass root serta untuk mengangkat seni kreasi rakyat yang lambat-laun semakin ditinggalkan.
"Sebagai televisi lokal dengan motto 'Tradisi Tiada Henti', Jogja TV mengadakan
Festival Jathilan
ini untuk nguri-uri kebudayaan lokal pada tingkat grass root serta untuk mengangkat seni kreasi masyarakat DIY dan sekitarnya," papar koordinator
festival, Chandra
Saputro kepada GudegNet siang tadi.
Festival yang diselenggarakan di Alun-alun Utara Yogyakarta ini ternyata masih
diminati oleh warga Yogyakarta. Hal ini terbukti dengan hadirnya ratusan pengunjung
di Alun-alun Utara Yogyakarta siang tadi (12/11).
Sedangkan dari peserta, panitia festival bahkan harus memangkas sejumlah peserta
terdaftar yang mencapai 50 kelompok. Untuk meramaikan festival, panitia akhirnya
hanya menerima 33 kelompok jathilan yang berasal dari DIY dan Jawa Tengah yakni
Temanggung, Magelang, Muntilan, Klaten dan Sragen.
Dari beberapa kelompok jathilan yang beraksi, masing-masing dari mereka membawakan
kreasi mereka sendiri yang masing-masing mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki
oleh kelompok lain seperti tarian, kostum dan tim pengiring.
Dalam festival ini, juri yang beranggotakan Gandung Jatmiko, Ni Nyoman Sudewi
dan Sardjiwo menilai kekompakan, estetika gerak dan kreatifitas kelompok jathilan.
Sebagai pertimbangan keamanan, peserta jathilan tidak diperkenankan trance (ndadi-red).
Sebagai informasi, festival ini masih akan berlangsung hingga besok (14/11) mulai
pukul 13.00 WIB di Alun-alun Utara Yogyakarta. Sebagai rangkaian acara selanjutnya,
akan ada Festival Campursari dan Pesta Rakyat pada 15-17 November 2007.

banyu (Jawa)
air (Indonesia)
water (English)
mbayu mili
Mengalir terus-menerus (tentang dana, jamuan, suguhan, dan sebagainya)
Silakan mengisi tanggal lahir Anda Tampilan dalam bentuk pop up
Simpan di: