Gudeg.net—Meskipun hampir setahun dilanda pandemi, Sastra Bulan Purnama (SBP) masih tetap setia hadir setiap bulannya.
Untuk SBP episode ke-113 ini pembaca puisi akan membacakan puisi karya Afnan Malay dari buku antologi puisinya “Tentang Presiden dan Pelajaran Membaca”.
Buku ini berisi sekitar 60 puisi yang ditulis dalam rentang tahun 2005 sampai 2020. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada ini dikenal sebagai aktivis mahasiswa pembuat ‘Sumpah Mahasiswa’ yang sejak lama bergulat dengan puisi. Sekarang ia dikenal sebagai seorang pengacara sekaligus penyair.
SBP ‘Poetry Reading From Home’ akan menampilkan dua orang aktivis mahasiswa yang juga penyair; Isti Nugroho dan Tri Agus Susanto. Keduanya pernah dibui pada rezim Orde Baru.
Saat dipenjarakan, Isti aktif di Kelompok Studi Sosial Palagan. Sedangkan Tri Agus Susanto aktif di Pijar.
Selain kedua nama yang disebut di atas, yang akan tampil membaca puisi ialah Yuni Setia Rahayu, Hamdy Salad, Labibah Sain, Rieta En, Aly Musyrifa, dan banyak lainnya. Aly merupakan seorang penyair dan direktur MMPI (Mari Membaca Puisi Indonesia).
Ada pula dua aktor teater dan aktivis sosial, ialah KRT Agus Istijanto Nagaro dan Eko Winardi. Keduanya sudah sejak lama terlibat dalam teater.
Agus Istijanto, yang sering menggunakan nama Kamerad Kanjeng, merupakan penulis naskah drama berjudul ‘Sepatu Nomor Satu’. Drama ini dilarang untuk dipentaskan pada masa rezim Orde Baru.
Selain membaca puisi, selalu ada musikalisasi puisi. Puisi Afnan akan dilantunkan oleh Rusmansyah dan Fitri Yani dengan iringan piano. Ada juga Joshua Igho yang menggubah satu puisi menjadi lagu yang diiringi petikan gitar.
“Perubahan politik yang terjadi tidak membuat kita retak dalam bersahabat,” ujar Afnan Malay dalam rilis resmi yang diterima Gudegnet, Kamis (18/2).
Ia mengatakan bahwa puisi dan sastra, kebudayaan umumnya, meneguhkan persahabatan meski Afnan dan pembaca puisi lainnya jarang sekali saling berjumpa.
SBP sudah dilaksanakan secara daring sejak April 2020 ketika Covid-19 semakin merajalela. Biasanya puisi dibacakan di ruang terbuka di bawah sinar bulan purnama.
Selama sembilan tahun digelar, Sastra Bulan Purnama mencoba menjaga persahabatan antarkelompok manusia melalui sastra. Orang yang hadir di SBP datang dari beragam kelompok sosial, bukan hanya dari kalangan penyair saja.
“Selain pencipta karya sastra, yang hadir di Sastra Bulan Purnama adalah pencinta sastra. Jadi, antara pencipta dan pecinta saling bertemu” ujar Ons Untoro, koordinator SBP.
SBP dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Sastra Bulan Purnama Jumat, 26 Februari 2021, pukul 19.30 WIB.




Kirim Komentar