Pascapengakuan batik Indonesia oleh UNESCO 2 Oktober lalu, euforia batik semakin terasa. Untuk itu, Pemkot Yogyakarta dengan mengajak seluruh masyarakat untuk tetap nguri-uri, melindungi dan mempromosikan batik ke seluruh penjuru dunia.
Jumat (4/12) bertempat di Griya UMKM Jalan Tamansiswa 39, Gelar Expo Produk UMKM Kota Yogyakarta digelar. Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, yang membuka pameran meminta agar masyarakat semakin mencintai batik sebagai produksi dalam negeri.
"Mencintai batik sebagai produk dalam negeri sekaligus produk budaya tak ternilai bisa dengan memakai batik untuk berbagai kesempatan," katanya.
Selain itu, Walikota juga mengajak para pengrajin batik di Jogja untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam memproduksi batik agar lebih bisa menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat.
Sementara Ketua Dekranas Kota Yogyakarta, Dyah Suminar mengatakan pameran ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang batik dan segala sesuatu yang berhubungan dengan batik, terutama motif batik Jogja.
"Sejak 2008, batik sudah menggeliat bahkan akhir-akhir ini pertumbuhan batik semakin meningkat hingga 20-30 persen. Pasaran juga semakin meluas, pengguna juga semakin beragam dari anak-anak hingga dewasa. Pengrajin batik saat ini juga sudah mulai jeli dan semakin kreatif menangkap desain untuk kepentingan anak muda," ujanrya bangga.
Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat secara lengkap industri batik mulai dari jenis dan bahan baku, jenis pewarna batik, aneka cara proses produksi serta berbagai jenis batik dan industri hilir yang menggunakan bahan baku kain batik.
Saat ini jumlah pengrajin batik di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 272 pengrajin, yang tak hanya memproduksi kain batik saja, tetapi juga fashion, batik kayu, sepatu/sandal dan aneka kerajinan batik lainnya.
Jumat (4/12) bertempat di Griya UMKM Jalan Tamansiswa 39, Gelar Expo Produk UMKM Kota Yogyakarta digelar. Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, yang membuka pameran meminta agar masyarakat semakin mencintai batik sebagai produksi dalam negeri.
"Mencintai batik sebagai produk dalam negeri sekaligus produk budaya tak ternilai bisa dengan memakai batik untuk berbagai kesempatan," katanya.
Selain itu, Walikota juga mengajak para pengrajin batik di Jogja untuk terus meningkatkan kreativitasnya dalam memproduksi batik agar lebih bisa menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat.
Sementara Ketua Dekranas Kota Yogyakarta, Dyah Suminar mengatakan pameran ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat tentang batik dan segala sesuatu yang berhubungan dengan batik, terutama motif batik Jogja.
"Sejak 2008, batik sudah menggeliat bahkan akhir-akhir ini pertumbuhan batik semakin meningkat hingga 20-30 persen. Pasaran juga semakin meluas, pengguna juga semakin beragam dari anak-anak hingga dewasa. Pengrajin batik saat ini juga sudah mulai jeli dan semakin kreatif menangkap desain untuk kepentingan anak muda," ujanrya bangga.
Dalam pameran ini, pengunjung dapat melihat secara lengkap industri batik mulai dari jenis dan bahan baku, jenis pewarna batik, aneka cara proses produksi serta berbagai jenis batik dan industri hilir yang menggunakan bahan baku kain batik.
Saat ini jumlah pengrajin batik di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 272 pengrajin, yang tak hanya memproduksi kain batik saja, tetapi juga fashion, batik kayu, sepatu/sandal dan aneka kerajinan batik lainnya.



Kirim Komentar