Seni & Budaya

Di Karanganyar, Setiap Rabu Wajib Berbahasa Jawa

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Banyak cara yang bisa ditempuh oleh sejumlah pihak dalam rangka mempertahankan kebudayaan daerah yang akhir-akhir ini semakin luntur oleh keberadaan budaya global yang semakin menggila.

Di sebuah Kabupaten di Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Karanganyar, kepala daerahnya yang seorang perempuan Rina Iriani menjadikan hari Rabu sebagai hari wajib berbahasa Jawa dengan menggunakan Kromo Inggil atau Kromo Alus dalam percakapan sehari-harinya.

Hal tersebut dinyatakanannya pada Seminar Siaran Budaya yang betemakan "Kebangkitan Siaran Budaya Melalui RRI Sebagai Radio Publik Milik Bangsa" dalam rangka memeringati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei dan menyongsong Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di Auditorium RRI, Jl. Ahmad Jazuli Kotabaru Yogyakarta, Senin (17/5).

"Penggunaan bahasa jawa ini tak hanya di kalangan pegawai pemerintahan saja, tetapi di tingkat berbagai jenjang sekolah juga diwajibkan menggunakan bahasa jawa setiap hari Rabu," ujarnya.

Menurutnya, saat ini budaya lokal sudah tergerus dan termarginalkan akibat perkembangan dan arus globalisasi yang tidak dapat dibendung. Untuk itu di Karanganyar agar tidak terseret arus globalisasi dan pudarnya budaya lokal, maka lewat Udang-undang otonomi daerah yang dimiliki dapat menentukan kebijakan yang harus benar-benar diperuntukkan untuk daerah dan rakyatnya.

"Budaya bangsa kita sangatlah adiluhung, untuk itu peran pemerintah daerah harus mengembangkan dan melestarikan budaya," katanya.

Saat ini, Rina menganggap bahwa bahasa yang sekarang digunakan khususnya oleh akan muda telah banyak dipengaruhi oleh budaya asing. Untuk itu dirinya menilai bahwa sudah saatnya ada peraturan yang mengharuskan digunakannya Bahasa jawa dalam percakapan sehari-hari pada setiap hari Rabu.

Lebih lanjut Rina mengatakan Karanganyar memiliki 17 kecamatan, 15 keluruhan dan 162 desa ini memang sudah mulai terbawa arus budaya perkotaan, apalagi penduduknya juga telah berbaur dengan WNI keturunan sehingga budaya asing masuk ke Karanganyar.

"Masyarakat justru bangga kalau bisa menggunakan bahasa asing dan mulai mengikuti gaya hidup orang asing, padahal orang asing sendiri justru kebalikannya mereka justru menyukai budaya yang tradisional," imbuhnya.

Untuk itu harus ada upaya untuk membentengi lunturnya budaya lokal maka perlu diupayakan pelestarian yang kental akan budaya lokal untuk jati diri orang Karanganyar yang jujur dalam segala hal.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini