Dalam rangka meningkatkan minat pasar domestik, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan
Indonesia (Asmindo) akan menyuguhkan 16 gerai di event Jogja Export Expo (JEE) yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2011 di
Jogja Expo Center (JEC). Hal tersebut diungkapkan oleh Yuli Sugianto selaku ketua asosiasi tersebut.
Seiring dengan bergesernya minat terhadap produk mebel di Amerika dan Eropa oleh karena
krisis ekonomi, pihaknya mencoba untuk memperkuat pasar domestik dengan bergabung di event tersebut. Hingga kini, minat
masyarakat akan barang furnitur khususnya produk yang berasal dari perajin asal Yogyakarta mendapat sambutan positif.
"Biasanya para pembeli berminat dengan barang-barang yang berkualitas export, ini menandakan pasar domestik memiliki peluang
yang besar," jelas Yuli di kantor Asmindo Kota Gede Yogyakarta pada Kamis (20/10).
Pameran dengan produk mebel, home accesories dan furnitur tersebut diinisiasi oleh
Disperindagkop DIY yang juga merasa ikut prihatin pada minat export produk mebel asli Indonesia. Kepala Disperindagkop DIY
Astungkoro mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengaet buyer asing yang sebelumnya akan hadir di Indonesia Trade Expo di
Jakarta.
Sejumlah peta baru telah dipersiapkan untuk menghindari lesunya minat pada produk-produk
mebel Indonesia. "Beberapa negara seperti Rusia, Jepang, Prancis, Thailand dan India siap hadir untuk menjadi konsumen baru
yang akan hadir di Jogja Export Expo yang telah diselenggarakan sebanyak 16 kali ini," pungkas Astungkoro.



Kirim Komentar