Komunitas

Sahabat Merah Putih

Yogyakarta

Sahabat Merah Putih

Ulasan

ukadimah

Sahabat Merah Putih adalah posko relawan yang hadir di tengah-tengah masyarakat kurban merapi kecamatan selo. Berawal dari keprihatinan atas penanganan bencana merapi, dimana masyarakat korban yang berada di Yogyakarta, magelang dan kleten  mendapat perhatian luar biasa, baik dari segi bantuan maupun pemberitaan, namun masyarakat korban merapi yang di sisi utara merapi yaitu kecamatan selo boyolali dan sekitarnya seakan terabaikan. Dari sinilah kemudian komunitas relawan Mustang Jakarta, Nurul Dholam dan Corps Dakwah Pedesaan Yogyakarta menyisihkan diri merapat ke masyarakat korban erupsi merapi yang ada di kecamatan selo dan sekitarnya.

Seagai  posko penanggulangan bencana di wilayah yang belum banyak terjamah relawan dan bantuan, keberadaan posko Sahabat Merah Putih menjadi tumpuan pengungsi. Sejak kehadirannya di kecamatan selo pada hari selasa 2 november 2010, posko sahabat merah putih langsung menggelar aksinya dengan memberikan sedikit bantuan logistic dan kebutuhan pengungsi yang berada di luar barak pengungsi, mereka tinggal di rumah-rumah warga di dusun jaraan samiran selo, juga yang mengungsi di selo pass.

Kegiatan trauma hilling untuk menumbuhkan ketenangan hati pengungsi dilakukan hari rabu 3 november 2010 jam 19.00, namun sebelum kegiatan selesai, keadaan merapi yang meng mengeluarkan gemuruh sejak jam 5 sore ( 17,00 ) meningkat dengan menyemburkan lava ke segala penjuru, hal ini menimbulkan kepanikan warga, sehingga Sahabat Merah Putih menghentikan kegiatan trauma hillingnya untuk membentu evakuasi warga menuju tempat yang dipandang lebih aman, yaitu daerah senet dan surodadi desa tarubatang selo, sesungguhnya daerah ini belum termasuk aman karena jarak dari puncak merapi hanya 6 km.

Selanjutnya, malam itu juga posko pindah ke balai dusun surodadi tarubatan selo, namun hanya semalam karena siangnya posko pindah ke rumah bapak parli. Keadaan pengungsi tercerai berai, para pengungsi menempati rumah-rumah penduduk. Jumlah pengungsi mencapai 5000 jiwa.

Di surodadi inilah pertama kali sahabat merah putih merekrut sejumlah pemuda local untuk bergabung menjadi relawan, hal ini mendapat sambutan positif dari karang taruna, sejumlah pemuda langsung bergabung dan berkiprah. Namun hal ini terjadi hanya sehari saja karena malamnya terjadi erupsi yang lebih besar sehingga pengungsi selo dan warga surodadi pun mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kecamatan ampel merupakan alternative terdekat untuk batas aman bagi pengungsi yang berasal dari kecamatan selo, sehingga pengungsi hampir merata memenuhi kawasan kecamatan ampel, terutama di desa candisari, ngagrong dan kembang.

Keberadaan pengungsi fluktuatif, sebagian pengungsi kalau siang kembali ke rumah untuk member makan ternak dan menengok keadaan rumahnya dan sore harinya kembali ke pengungsian, hal ini terus berlanjut hingga mereka meninggalkan tempat pengungsian. Hal ini juga menjadi kendala beberapa program posko tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Lebih lanjut segala aktifitas posko akan dijabarkan dalam beberapa keterangan di bawah ini.

Program Tanggap Bencana

    Posko selo tgl 2-3 november 2010
        Memberikan bantuan logistic berupa makanan, mie instan, tikar, selimut dll kepada pengungsi yang tinggal di sekitar posko dan selo pass. Jumlah pengungsi yang mendapat bantuan sekitar 250 orang.
        Tgl 3 november 2010 jam 19.00 mengadakan trauma hilling di sello pass.
        Tgl 3 november jam 19.00-22.00 evakuasi pengungsi dan warga dari selo ke surodadi.
        Malam itu juga posko pindah ke balai dusu surodadi tarubatang selo boyolali.
        Posko surodadi tgl 4 november 2010
            Pagi jam 07.00 posko pindah dari balai dusun ke rumah keluarga bpk parli.
            Sarapan pagi untuk relawan dan pengungsi di pesankan dari ngampel.
            Jam 08.00 peresmian nama posko Sahabat Merah Putih.
            Pendirian dapur umum di rumah bpk parli.
            Ba’da maghrib musyawaroh dengan sesepuh dusun surodadi.
            Jam 20.00 evakuasi pengungsi selo dan warga surodadi menuju desa candi sari kecamatan ampel.
            Posko candi sari ( balai desa )tgl 5 november 2010

Karena sangat singkat waktunya, mak posko sahabat merah putih hanya menggelar dapur umum dan memberikan bantuan ala kadarnya berupa selimut, tikar, baju hangat, kebutuhan mandi, kebutuhan balita dan anak-anak.

    Posko ampel tgl 6-
        Tgl 6 november mendirikan Dapur umum di rumah bpk ……..wonosari candisari ampel.
        Tgl 6 Pendirian secretariat di rumah bpk jumar ngegek ngagrong ampel.
        Pendistribusian nasi bungjus kepda sekitar 3000 pengungsi dari tgl 6-16 november 2010.
        Pendampingan anak-anak tgl 8-20 november.
        Jamboree anak merapi tgl 14-15 november 2010. Diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari anak-anak pengungsi dan anak-anak setempat. Usia mereka antara 10-15 tahun. Laporan terpisah.
        Tgl 17-19 november 2010 Penyembelihan hewan qurban di titik-titik pengungsian.daftar terlampir.
        Tgl 20-24 survey lokasi untuk program pipanisasi dan pandampingan pasca bencana.
        Tgl 20 november 2010 Kerja bakti masal di dusun plalangan desa lencoh.
        Tgl 22 november 2010 kerja bakti masal dengan karang taruna dan pecinta alam wonolelo di dusun sepi jarakan selo.
        22 persiapan pindah posko kembali ke selo.
        Kembali ke selo

Kembalinya masyarakat ke rumah masing-masing berakibat kurang berfungsinya posko yang ada di ampel, karena itu perlahan-lahan fungsi posko awal di selo difungsikan kembali untuk lebih memudahkan kerja sama dengan para pengungsi.berbagai permasalahan muncul bersamaan dengan kembalinya pengungsi ke rumah mereka, diantaranya adalah :

    Kesulitan pangan, hal ini dikarenakan tanaman yang kebanyakan siap panen rusak sehingga tidak mendatangkan penghasilan bagi petani. Selain itu cadangan pangan yang ada tidak mampu bertahan lebih lama.
    Beberapa saluran air bersih baik pipa paralon maupun seling penghubung rusak tertimpa pohon, longsor dan lahar sehingga pasokan air bersih bagi masyarakat tersendat, terutama bagi masyarakat yang ada di lereng merapi bagian atas seperti dusun stabelan, sepi, bakalan dll.
    Sekolah-sekolah belum buka, sekalipun murid-murid sudah ke rumah masing-masing, hal ini menyebabkan proses belajar mengajar mereka semakin ketinggalan.
    Munculnya beberapa penyakit

Program Pasca Bencana

Selama pendampingan pengungsi dari Selo ke Surodadi hingga Ngegek, Sahabat MERAH PUTIH menemukan beberapa hal yang membutuhkan tindak lanjut. Selama ini selo yang di kenal sebagai kawasan pendakian ke merapi paling dekat, namun di balik itu, kawasan selo sangat potensi untuk dikembangkan pertanian, peternakan dan pariwisata yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat selo, namun selama ini tidak terkelola secara baik.

Dari segi social, masyarakat selo tergolong rendah dalam jenjang pendidikan. Kebanyakan masyarakat hanya lulusan SMP, seakan tidak ada gairah untuk sekolah, hal ini bertolak belakang dengan temuan Sahabat Merah Putih dalam jamboree anak merapi, anak-anak lereng merapi adalah anak-anak yang gandrung untuk belajar, mereka tergolong cerdas dan trampil bahkan untuk anak seusia mereka. Ini adalah potensi luar biasa, namun kenapa ini hanya berlanjut hanya setingkat SMP?

Kejanggalan lain juga terlihat manakala kita dapati kumpulan orang-orang tua menjalankan tradisi keagamaannya seperti yasinan, sholawatan dan lain-lain, mereka mampu membaca alquran cukup bagus, tetapi hal ini tidak terjadi pada generasi muda dan anak-anak mereka. Selo sebagai ibu kota kecamatan yang lebih dari 90 % penduduknya beragama islam sangat minim dari pendidikan agama, terutama pada anak-anak, hal ini dapat menjadi awal degradasi spiritual di masyarakat.

Melihat kenyataan di atas inilah maka Sahabat Merah Putih memandang perlu untuk menindak lanjuti pendampingan tidak hanya sebatas event erupsi merapi, tapi berupaya menjembati masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya dan anak-ank mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, serta membantu masyarakat untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap agamanya.

Karena itu, Sahabat Merah Putih dalam program pasca bencana ini berupaya tetap mendampingi masyarakat selo terutama dalam menanggulangi krisis pangan setelah kepulangan mereka pasca mengungsi serta menggali dan meningkatkan potensi masyarakat dan sumberdaya alamnya. Program itu kami rinci sebagai berikut :

    Program jangka pendek. meliputi :
        Pipanisasi Saluran Air
        Ketahanan pangan
        Program jangka panjang.
            Pengembangan potensi social pedesaan di kecamatan selo, terutama selo sebagai kawasan pertanian produktif dan wisata.
            peningkatan pendidikan masyarakat melalui Sanggar Belajar.
            Peningkatan spiritual masyarakat, terutama pendampingan keagamaan anak-anak.
            Manajemen Gerakan Sosial “Desa Penyanggah” (Disaster Management)

Untuk lebih jelasnya akan dijabarkan secara terpisah.

Komponen pendukung

Sahabat Merah Putih merupakan comunitas relawan yang merupakan gabungan dari beberapa elemen yang memiliki potensi untuk pengembangan masyarakat. Di antara mereka adalah :

    Relawan Mustang dengan spesialisasi Disaster Management.
    Relawan Corps Dakwah Pedesaan dengan spesialisasi pemberdayaan masyarakat tertinggal dan keagamaan.
    Relawan UIN SYAHID Jakarta yang tergabung dalam berbagai UKM, mereka adalah kawula muda yang multi potensi.
    Relawan UPN Surabaya dengan spesialisasi bangunan fisik ( arsitek dan tehnik sipil )
    Relawan Nurul Dholam dengan spesialisasi penggalangan massa.
    Relawan Univ. 11 Maret Surakarta bidang pertanian
    Relawan Sahabat Merah Putih Malang Raya spesialisasi Social Management, Upgrade Skill SDM, Humas & Disaster Management.

Selain potensi di atas, Sahabat Merah Putih memiliki potensi lain yakni kesiapan untuk bersinergi dengan semua pihak serta menyandarkan segala urusan kepada ALLOH yang Maha luas karuniaNya.

Penutup

Alhamdulillah.

Puji syukur tanpa batas kepada ALLOH dzat yang Maha kuasa atas segala nikmat dan karuniaNya.

jogjastreamers

Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM

Geronimo 106,1 FM


GCD 98,6 FM

GCD 98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM


JIZ 89,5 FM

JIZ 89,5 FM

Jiz 89,5 FM


RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


JogjaFamily 100,2 FM

JogjaFamily 100,2 FM

JogjaFamily 100,9 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini