Berita

Kepala BPPTKG DIY: Merapi Masuk Fase Pembentukan Lava dan Awan Panas Guguran

Oleh : Rahman / Kamis, 21 Februari 2019 16:07
Kepala BPPTKG DIY: Merapi Masuk Fase Pembentukan Lava dan Awan Panas Guguran
Lava Pijar Gunung Merapi Terlihat dari Wanawisata Bukit Klangon Yogyakarta,(ist 13/1),Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Aktifitas Gunung Merapi yang terus mengalami peningkatan aktifitas terus dipantau oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). BPPTKG DIY melaporkan sejumlah guguran lava yang membawa awan panas terus keluar dari mulut salahsatu gunung berapi teraktif didunia itu.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hanik Humaida mengatakan bahwa volume kubah lava sebesar 461.000 meter kubik sejak 22 Januari 2019 lalu.

“Gunung Merapi sudah masuk ke dalam fase pembentukan lava baru dan awan panas guguran dengan intensitas cukup besar, akan tetapi Merapi tetap dalam status WASPADA (Level II),” ujarnya saat ditemui di Kantor BPPTKG Yogyakarta, Kamis (21/2).

Ia menegaskan bahwa Merapi masih dalam keadaan relatif sama dengan keluarnya material ekstrusi lava yang sebagian langsung meluncur membentuk guguran lava atau guguran awan panas. Guguran awan panas terakhir mencapai jarak luncur 2000 meter mengarah ke arah Tenggara Kali Gendol, tambah Hanik saat diwawancara.

Aktifitas kegempaan dalam sebulan terakhir adalah Gempa Guguran 1216 kali, Gempa Hembusan 81 kali, Gempa Low Frekuensi 34 kali, Gempa Fase Banyak 39 kali, dan Gempa Vulkanik Dangkal 14 kali. Secara keseluruhan mengalami peningkata dari periode sebelumnya dan menandakan suplai magma terus berlanjut dan semakin meningkat.

(sumber: BPPTKG Yogyakarta, Kamis (21/2)

Pembentukan guguran lava dan awan panas periode 29 Januari hingga saat ini terjadi beberapa kali dengan jarak luncur dan dampak yang berbeda.

Tanggal 29 Januari 2019 terjadi luncuran awan panas sebanyak tiga kali dengan jarak luncur sekitar 1.400 meter. Tanggal 7 Februari  terjadi luncuran awan panas sebanyak 1 kali dengan jarak luncur 2000 meter dan tanggal 18 Februari 2019 terjadi sebanyak 7 kali guguran awan panas.

Dari sejumlah guguran awan panas tersebut  hujan abu tipis di beberapa daerah seperti Kota Boyolali, Kecamatan Musuk, Mriyan, Mojosongo, Teras, Cepogo, Simo, Kabupaten Boyolali, Kecamatan Kemalang, dan Kabupaten Klaten.

 “Sehubung telah terjadi beberapa kali awan panas, warga sekitar Kali Gendol diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan masyarakat juga dihimbau mengantisipasi hujan abu vulkanik.”BPPTKG.

Untuk informasi yang akurat warga diharpakan dapat mengakses website www.merapi.bgl.esdm.go.id dan media sosial twitter dari BPPTKG Yogyakarta @BPPTKG dan berharap warga tidak terpncing akan berita bohong atau Hoax tentang Merapi sebelum mengecek di website maupun akun media sosail resmi.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini