Kesehatan

14 Pasar Tradisional Sleman akan Jalani Rapid Test Serentak

Oleh : Rahman / Rabu, 03 Juni 2020 19:01
14 Pasar Tradisional Sleman akan Jalani Rapid Test Serentak
Relawan TRC BPBD Pemkab Sleman mengikuti rapid test di Kantor Unit BPDB Sleman,(2020)Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Pemerintah Kabupaten Sleman berencana akan menggelar rapid test secara serentak pada 14 pasar tradisional yang berada di wilayah Sleman Yogyakarta.

“Kami akan melakukan rapid test secara serentak pada tanggal 9 Juni 2020 di sekitar 14 pasar tradisional yang berada di wilayah Pemkab Sleman,” ujar Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmaladewi, Rabu (3/6).

Shavitri menjelaskan, tujuan dari rapid test serentak ini adalah untuk mengambil sample darah dari masyarakat yang berinteraksi di pasar tradisional. Rencana awal akan dilakukan kepada sekitar 600 orang dari 12 pasar tradisioal namun ada penambahan.

“Awalnya hanya akan mengambil sekitar 600 sample dari 12 pasar namun dengan segala pertimbangan akhirnya sasaran ditambah menjadi 700 sample darah,” jelasnya.

Rapid test ini merupakan perpanjangan dari rapid test massal yang pernah dilakukan di GOR Pangukan akibat dari adanya klaster Indogrosir.

Menurut Shavitri, test rapid ini dilakukan untuk memastikan lebih lanjut tidak ada lagi titik-titik penyebaran virus corona di Sleman terutama di pasar-pasar tradisional.

“Pasar tradisional adalah tempat padat dengan aktifitas masyarakat maka untuk memastikan tidak ada titik penyebaran virus corona, kami lakukan test secara masif. Tujuan utamanya adalah memutus mata rantai penyebaran covid-19,” tuturnya.

Dari 14 pasar yang menjadi sasaran rapid test Pemkab Sleman diantaranya adalah Pasar Colombo, Gamping, Godean, Tempel dan Rejodani.

“Rapid test tidak hanya menyasar pasar tradisional yang besar saja namun juga pada pasar kecil yang berada di pedesaan. Selain itu akan menyasar juga sejumlah supermarket dan test ini tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis,” kata wanita yang akrab disapa Evie tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan, masih banyak pasar tradisional yang berada di Sleman yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

“Dari hasil pantauan dilapangan selama beberapa waktu masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, oleh karenanya kami lakukan rapid test ini,” ungkapnya.

Joko berharap masyarakat tidak perlu takut karena rapid test serentak ini guna memastikan bahwa Kabupaten Sleman terbebas dari penyebaran virus corona.

“Mudah-mudah hasilnya baik, tidak ada yang positif maupun reaktif ataupun penambahan kasus lagi sehingga Sleman dapat terbebas dari covid-19,” harapnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini