Sosial Ekonomi

Jelang Iduladha 1441 H/2020, Penjualan Hewan Kurban Menurun

Oleh : Rahman / Rabu, 15 Juli 2020 14:05
Jelang Iduladha 1441 H/2020, Penjualan Hewan Kurban Menurun
Penjual hewan kurban menggunakan masker pada saat berada di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Sleman Yogyakarta, Rabu (15/7)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Pandemi Covid-19 menyebabkan menurunnya penjualan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1441 H/2020.

“Biasanya hari seperti ini pembeli sudah penuh, tapi kali ini sepi sekali. Memang ada penjualan tapi tidak seperti tahun lalu. Virus corona ini mungkin penyebabnya,” ujar Suryanto penjual hewan kurban di Pasar Hewan Ambarketawang Gamping Sleman, Rabu (15/7).

Suryanto mengungkapkan, membawa sekitar 10 ekor sapi untuk dijual namun hingga siang hari baru terjual dua ekor saja. Hal itu yang membuat dirinya tidak mau berspekulasi dengan membawa hewan lebih banyak.

“Sekarang dalam satu hari saja belum bisa dipastikan terjual hingga 5-7 ekor, tahun lalu bisa hingga 10-15 ekor. Jadi kami tidak berani bawa stok banyak sekarang,” ungkapnya.

Selepas Idulfitri biasanya pasar hewan Gamping sudah dipenuhi oleh para penjual hewan kurban, namun sampai pertengahan Juni hingga awal Juli masih cenderung sedikit. 

Penjual hewan yang biasanya datang dari sejumlah daerah di sekitar Yogyakarta tidak berani membawa stok hewan kurban dalam jumlah banyak saat ini.

“Biasanya dua minggu menjelang Iduladha seperti sekarang ini sudah mulai ramai penjual dan pembeli, baik dari dalam atau luar Yogya. Namun saat ini sangat berbeda," jelasnya.

Saat ini di Pasar Hewan Gamping, satu ekor sapi dengan bobot 300-350 kilogram hanya laku terjual sekitar Rp. 20-30 juta dan sapi berbobot sekitar 1 ton hanya senilai Rp.70-80 juta. Sedangkan untuk harga hewan domba dan kambing rata-rata dapat terjual sekitar Rp. 2-3,5 juta.

Sementara itu Kepala UPTD Pasar Hewan Gamping Yuda Andi Nugroho menyatakan, stok hewan kurban pada tahun ini juga mengalami penurunan yang drastis.

“Stok hewan kurban di Pasar hewan Gamping pada tahun ini mengalami penurunan sebanyak 40-50% dari tahun lalu. Stok hewan kurban tahun ini hanya sekitar 300an ekor saja, sedangkan tahun lalu 400 ekor lebih,” ungkapnya.

Penurunan penjualan hewan kurban menurut Yuda memang sangat dirasakan oleh para penjual di pasar ini akibat dari faktor ekonomi yang belum stabil akibat pandemi.

“Rendahnya daya beli masyarakat merupakan faktor utama karena perekonomian rakyat yang belum meningkat dan ini dirasakan sektor perekonomian rakyat. Tidak hanya penjualan hewan, sektor lainpun sama,” tuturnya.

Penjual hewan kurban di salah satu pasar hewan terbesar di Yogyakarta ini kebanyakan berasal dari DIY, sedangkan untuk pembeli lebih banyak berasal dari luar Yogyakarta seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Semarang.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini