Kesehatan

Covid-19 DIY Meningkat, Ahli Epidemiologi UGM Sebut Terjadi Mobilitas yang Tinggi

Oleh : Rahman / Kamis, 10 September 2020 11:09
Covid-19 DIY Meningkat, Ahli Epidemiologi UGM Sebut Terjadi Mobilitas yang Tinggi
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan guna mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Kawasan Pedestrian Maliobooro, Kamis (10/9)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Salah satu penyebab kembali meningkatnya kasus positif Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan ini disebabkan oleh mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.

Hal tersebut diungkapkan oleh ahli Epidemiologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Riris Andono Ahmad yang juga merupakan Koordinator Tim Ahli Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY.

“Peningkatan yang cukup tinggi belakangan ini dikarenakan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi, baik pergerakan pendatang maupun warga lokal DIY,” ujar Riris Andono Ahmad saat dihubungi Gudegnet, Kamis (10/9).

Meningkatnya kasus positif Covid-19 di DIY bukan hal yang baru namun saat ini lebih kepada penularan yang berasal dari transmisi lokal atau lebih kepada Orang Tanpa Gejala (OTG).

Riris menjelaskan, saat ini Pemerintah DIY sudah tidak menggunakan metode tes rapid untuk mendeteksi penyebaran virus corona melainkan dengan metode tes usap atau PCR.

“Dengan PCR, akan lebih cepat kita mengetahui hasil dari lonjakan yang terjadi saat ini. Untuk hasil tracingpun akan lebih cepat diketahui dan dapat segera dilakukan penindakan,” jelasnya.

Menurut data harian perkembangan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, per hari kemarin, Rabu (9/9) menyatakan, kasus suspek diangka 11.742 kasus, konfirm positif 1645, sembuh 1268, meninggal dunia konfirm 48 dan kasus aktif 329.

Melihat data tersebut, pria yang akrab disapa Doni itu menuturkan, masyarakat harus lebih konsisten lagi untuk menerapkan protokol kesehatan terlebih saat berada di luar rumah.

“Masyarakat harsu lebih digalakkan kembali program 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menghindari kerumunan. Tidak perlu keluar rumah bila tidak terlalu penting sekali karena dengan itu dapat mempersempit ruang penularan,” tuturnya.

Doni juga menyarankan agar untuk lebih hati-hati ketika berada di dalam ruangan tertutup seperti perkantoran maupun pertokoan atau lainnya yang tidak memiliki sirkulasi udara yang cukup baik.

“Lebih perhatikan lagi VDJ (ventilasi, durasi dan jarak). Kalau bisa hindari tempat yang tidak berventilasi dan bila harus berada di tempat itu usahakan tidak terlalu lama, maksimal 20 menit saja. Serta menjaga jarak maksimal 2 meter antar orang bila terjadi kerumunan,” sarannya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini