Pariwisata

Okupansi Hotel DIY Mulai Naik, Rata-rata 30-50 Persen

Oleh : Rahman / Rabu, 15 September 2021 17:10
Spanduk imbauan protokol kesehatan terpasang di pintu masuk Hotel Mutiara Jalan Malioboro, Yogyakarta, (5/8)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Tingkat hunian hotel di Daerah Istimewa Yogykarta (DIY) mulai memperlihatkan peningkatan beberapa minggu belakangan ini.

Hal tersebut diungkapkan oleh  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono saat di hubungi Gudegnet melalui sambungan telepon, Rabu (15).

Deddy mengatakan, sejumlah hotel yang berada dalam naungan PHRI DIY mulai melaporkan adanya peningkatan hunian hotel, terutama di akhir pekan.

“Mulai week end kemarin, tepatnya, Sabtu (11/9) okupansi hotel di DIY mulai merangkak, baik yang bintang lima maupun dibawahnya dan ini cukup memberikan angin segar,” ujar Deddy Pranowo Eryono.

Dari data yang dikeluarkan PHRI DIY mencatat, akhir pekan lalu, terjadi peningkatan sekitar 30-50 persen pada seluruh hotel di DIY.

Untuk hotel bintang tiga hingga bintang lima, peningkatan rata-rata sekitar 40-50 persen, sedangkan untuk hotel bintng dua hingga hotel non bintang sekitar 5-30 persen.

“Selain itu, perhitungan hari biasa atau non wiken, peningkatan harian terjadi sekitar 30 persen untuk hotel bintang tiga sampai bintang lima,” jelasnya.

Deddy menguungkapkan, peningkatan tersebut belum dapat diikatakan signifikan karena masih belum adanya kestabilan, selain itu penerapan PPKM juga masih berlaku.

Walau demikian, ia tetap merasa bersyukur melihat jumlah angka kenaikan hunian hotel tersebut. “Ini masih terbilang cukup rendah dan belum dapat mendongkrak ketinggalan tingkat okupansi yang sempat merosot tajam saat tinggi-tingginya masa pandemi kemarin,” tambahnya.

Saat ini anggota PHRI DIY berjumlah 362, yang terdiri dari hotel dan restoran namun baru 145 hotel dan restoran yang sudah membuka kembali operasionalnya.

Pembukaan tersebut sudah melalui serangkaian tahapan verifikasi oleh pihak Dinas Pariwisata DIY, Satuan Tugas Penangan Covid-19 DIY dan instansi lain terkait lainnya.

Menurut Deddy, 145 anggotanya tersebut telah mengantongi izin operasional kembali namun dengan sejumlah pengetatan.

“Verifikasi protokol kesehatan sudah didapat dan telah dilabeli. Namun masih ada juga yang belum terverifikasi, kami akan terus mendorong hal tersebut agar bila nanti PPKM berakhir semua sudah siap beroperasi,” tuturnya.

Sedangkan untuk wisatawan sendiri diberlakukan juga sejumlah aturan, antara lain harus membawa sertifikat vaksin, dalam keadaan sehat dan membawa keterangan bebas Covid-19 (antigen atau genose).

“Kita akan selalu siap menerima kunjungan namun tamu atau wisatawanpun kami juga minta untuk dapat mengikuti aturan yang berlaku,” kata dia.

Terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi, Deddy mengutarakan, untuk PHRI DIY belum digunakan karena masih dalam proses pendaftaran dan menunggu hasil.

“PeduliLindungi belum kita dapat, karena info dari BPP PHRI Pusat untuk sementara baru DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Tmur dan Bali. DIY masih menunggu,” pungkasnya.

Ia berharap, dengan dibukanya sejumlah destinasi wisata oleh Kemenparekraf RI dapat mendongkrak tingkat hunian hotel di DIY. "Semoga dibukanya lokasi wisata walau baru beberapa, dapat memberikan kami angin segar. Kami butuh oksigen untuk bernafas karena banyak yang dipertaruhkan," harapnya


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini