Seni & Budaya

Pameran Tunggal Tere: Saat Doa Memiliki Rupa

Oleh : Trida Ch Dachriza / Rabu, 15 September 2021 13:00
Pameran Tunggal Tere:  Saat Doa Memiliki Rupa
"Menghitung yang Tak terhitung" karya Theresia A Sitompul yang dipamerkan di Sangkring Art Project-Gudegnet/Trida

Gudeg.net—Perubahan dalam kehidupan merupakan sesuatu yang kadang dinantikan, kadang ditakuti. Ketidaktahuan atas apa yang dibawa oleh perubahan itu yang membuat manusia takut untuk menghadapinya.

Ketakutan-ketakutan ini membawa Theresia Agustina Sitompul, atau kerap dipanggil Tere, pada pameran tunggalnya yang kedelapan, “Doa”.

Di tengah pademi yang merebak dan di usianya yang ke-40, Tere dihadapkan dengan kehamilan anak keduanya yang diberi nama Uri Jawa Sae. Tiga belas tahun setelah anak pertamanya lahir.

Pikiran-pikiran dan harapan dalam proses hamil dan melahirkan ini menjadi bibit dari 28 judul karya yang kini terpampang di Sangkring Art Project.

Pada pameran kali ini, Tere yang dikenal sebagai seniman grafis dengan karya-karya grafis dengan teknik etsa dan drypoint, memberikan sesuatu yang baru dengan karya-karya dua dimensi dan instalasi.

Dalam pembukaan, Kris Budiman menyampaikan kekagumannya pada karya-karya Tere yang selalu memberikan kejutan. “Selalu ada sesuatu yang membuat saya terperangah,” ujar Kris, Selasa (15/9).

Dalam proses penciptaan karya-karya yang didominasi hitam dan putih ini, Tere melakukan proses kreatif yang eksploratif dan meditatif. Ia menggunakan berbagai macam medium mulai dari kertas, galvalum hingga besi-besi untuk karya instalasi.

“Tahun lalu saya hamil dalam kondisi pandemi. Banyak ketakutan-ketakutan. Kalau aku kena Covid gimana, ini anakku gimana. Satu hal yang aku lakukan adalah doa,” uajr Tere saat berbincang dengan Gudegnet di sela-sela pembukaan yang tertutup untuk umum, Selasa (15/9).

Hamil di usia yang tidak umum untuk mengandung membuat Tere memikirkan banyak kemungkinan buruk; soal kematian, soal keselamatan, soal perkataan dan peringatan orang lain.

Ia menyerahkannya pada pengharapan pada Tuhan lewat doa. Dalam rangkaian karya “Memohon” yang terdiri dari beberapa lembar galvalum, tampak goresan garis yang sederhana.

Garis ini membentuk sosok seorang ibu dengan baju jubah yang sedang menangkupkan kedua tangannya dan mengenggam erat kain selayaknya orang berdoa.

Seperti karya-karya sebelumnya yang diciptakan perempuan kelahiran Pasuruan 1981 ini, karya dalam pameran “Doa”ini dekat dengan kehidupan personalnya.

Malah mungkin sedikit lebih intim dan personal karena yang ia bagi bukan hanya pemikiran, tetapi ketakutan. Ketakutan merupakan bagian yang rapuh. Tidak semua orang bisa, dan mau, membagikan keringkihannya.

Karya lainnya yang berjudul “Mendarat Dipikirku”, dosen ISI Surakarta ini memberikan teks-teks spontan dengan charcoal. Kata-kata ini merupakan pikiran yang kerap hinggap di pikirannya, seperti “wedi (takut)”.

Salah satu karyanya yang cukup menyolok adalah “Menghitung yang Tak Terhitung” yang berukuran 350x75 cm sebanyak dua lembar.

Tere secara repetitif membuat garis menggunakan charchoal di atas kertas. Dalam karya ini, Tere mengajak kita untuk mensyukuri betapa banyak nikmat yang tak terhitung jumlahnya dibandingkan dengan macam-macam masalah yang kita hadapi.

“Ucapan syukur itu tidak akan pernah bisa dihitung, berapa pun. Karena kita akan selama-lamanya seperti itu (bersyukur),” jelas Tere lagi.

Karya “Tik…Tok..Tik…Tok” memiliki nuansa serupa dengan “Menghitung yang Tak Terhitung”, repetitif dan meditatif. Karya yang terdiri dari 40 panel ini merupakan bentuk dari doa yang berisi pengharapan agar tetap sehat dan kuat hingga tiba proses melahirkan.

Pameran “Doa” yang merupakan bagian dari program Single Fighter #5 Sangkring Art Project ini dapat kita saksikan di Sangkring Art Space, Jalan Nitiprayan 88 RT1 RW2, Ngestiharjo Kasihan, Bantul.

Pameran dibuka 15-28 September 2021 untuk umum dengan terlebih dahulu meregistrasikan diri melalui https://tinyurl.com/VisitYAA6.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini