Seni & Budaya

nDalem Nototarunan, Riwayatmu Kini

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
nDalem Nototarunan, Riwayatmu Kini

Sejumlah bagian dinding dan pilar pendoponya tak lagi utuh. Bahkan pada beberapa bagian plafonnya pun sudah banyak rusak termakan usia. Belum lagi masuk ke bagian dalam rumah yang tak berbeda jauh dengan bagian pendoponya.

Itulah gambaran dari nDalem Nototarunan Pakualaman yang menurut pewarisnya, RM. Asdi Notoseonaryo telah berusia hampir 200 tahun. Karena berbagai hal, turunan kesepuluh dari trah kepangeranan Notosoenaryo tersebut tak lagi mampu mengurusi dan memelihara rumah tersebut.

"Saya sudah hampir sepuluh tahun meninggalkan rumah ini. Besarnya biaya untuk memelihara juga menjadi masalah bagi saya yang saat ini hanya seorang pensiunan," katanya di nDalem Nototarunan Pakualaman Yogyakarta, Jumat (19/2).

Untuk itu, Asdi meminta pihak pemerintah untuk bersedia membantunya dalam melestarikan Ndalem Nototarunan yang seharusnya menjadi bangunan cagar budaya (BCB) karena didirikan pada tahun 1811. "Dulu memang sempat mendapat bantuan dari pemerintah sebanyak Rp 4 juta untuk memperbaiki kerusakan rumah karena telah ndoyong," tandasnya.

Meski demikian, Asdi mengaku bantuan tersebut masih kurang untuk memperbaiki keseluruhan fisik rumah yang saat ini bahkan telah bocor pada beberapa bagian karena gentingnya yang tak lagi kuat menahan panas dan hujan yang menepanya.

Menurut Asdi, biaya untuk memelihara nDalem Nototarunan bisa dibilang cukup besar. "Pada tahun lalu saja, saya harus memabayar Pajak Bumi dan Bangunan nDalem Nototarunan sebesar Rp 2,5 juta. Dan sepertinya bianyanya akan terus naik setiap tahun," keluhnya seraya menyatakan setiap bulan dirinya juga harus membayar listrik dan biaya lain-lain yang mencapai hingga ratusan ribu rupiah.

Asdi hanya berharap agar nDalem Nototarunan bisa menjadi bangunan sejarah yang dulu pernah menjadi Ndalem kepangeranan yang pernah digunakan oleh putra mahkota Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. "nDalem Nototarunan itu berdiri sebelum Pura Pakualaman. Sekarang pun masih digunakan warga sebagai tempat Pendidikan Anak Usian Dini (PAUD), Posyandu, dan rapat RT," tambahnya.

Menurut Camat Pakualaman, Tyasning Handayani Santi, setidaknya tercatat sekitar sepuluh bangunan yang bisa masuk ke dalam katergori Benda Cagar Budaya (BCB) di Kecamatan Pakulaman. Namun sayang, gempa 2006 lalu merusak sejumlah bangunan yang ada.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, Djoko Dwiyanto menyatakan secara pribadi dirinya berharap agar nDalem Nototarunan bisa menjadi salah satu Benda Cagar Budaya (BCB) di DIY. Dengan menjadi BCB, pemilik nDalem Nototarunan bisa mendapatkan bantuan berupa keringanan bahkan pembebasan pajak bangunan.

Lebih lanjut Djoko menyatakan bahwa tak bisa dipungkiri, sejarah nDalem Nototarunan mencatatkan peran yang sangat penting dalam perkembangan dalam dunia pendidikan dan kebudayaan Yogyakarta. "Bukan saja tempat Ki Hajar Dewantara saja, nDalem Nototarunan juga berperan penting bagi Pura Pakualam dan Kraton Yogyakarta," tamabahnya.

Meski demikian, Djoko menyatakan bahwa dirinya tidak mapu berbat banyak terkait nDalem Nototarunan. Menurutnya persyaratan untuk masuk dalam kategori BCB cukup sulit dan mungkin saja tidak bisa dipenuhi oleh nDalem Nototarunan. "Tapi saya tidak bisa menjamin nDalem Nototarunan bisa menjadi BCB, karena penilaian dilakukan oleh pemerintah pusat," ungkapnya pesimis.

Berdasarkan Pasal 1 UU No 5 Tahun 1992, yang dimaksud dengan Benda Cagar Budaya  (BCB) adalah (a) benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang merupakan kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya atau sisa-sisanya, yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, atau mewakili masa gaya yang khas dan mewakili masa gaya sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun, serta dianggap mempunyai nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan, (b) benda atau yang dianggap mempunyai nilai pendidikan penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARA KENANGA 100.1 FM

    SWARA KENANGA 100.1 FM

    Purworejo - FM 100.1 MHz


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini