Pariwisata

Jogoboro: Banyak Wisatawan Malioboro yang Ngedumel

Oleh : Rahman / Selasa, 07 Juli 2020 13:16
Jogoboro: Banyak Wisatawan Malioboro yang Ngedumel
Pasukan Jogoboro mengecek suhu tubuh wisatawan yang hendak memasuki zona satu pedestrian Malioboro, Selasa (7/7)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Pembagian lima zonasi kunjungan wisatawan di Kawasan Malioboro ternyata membuat pasukan Njogo Malioboro (Jogoboro) kewalahan dalam menangani wisatawan.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota Jogoboro Catur Dody Saputra saat ditemui di pintu masuk zona dua pedestrian Malioboro yaitu sisi utara Malioboro Mal.

“Banyak wisatawan yang belum mengetahui bila masuk kawasan Malioboro saat ini telah diberlakukan pembatasan jumlah pengunjung. Jadi ketika kami mengecek, banyak dari mereka yang sedikit marah atau ngedumel,” ujar Catur Dody Saputra, Selasa (7/7)

Menurut Catur, tidak sedikit dari wisatawan yang meluapkan emosi pada saat diberikan informasi yang benar. Terutama ketika di akhir pekan dimana pengunjung sangat ramai di kedua sisi jalur pedestrian Malioboro.

“Ketika ada wisatawan yang ngedumel, kami hanya bisa memberikan pengertian sebaik-baiknya. Harapannya mereka akan mengerti kalau sekarang kawasan Malioboro diberlakukan sistem protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Jadi sudah beda seperti sebelumnya,” jelasnya.

Sejak Pemkot Yogyakarta mulai memberlakukan protokol kesehatan dan membagi Malioboro menjadi lima zonasi diakui Catur bahwa petugas Jogoboro sangat kekurangan personel.

“Petugas yang standby hanya dua-tiga orang saja tiap zona, pada saat membludak kami sempat kewalahan juga. Terlebih saat menghdapi pengunjung yang tidak terima dengan keadaan saat ini,” akunya.

Saat ini seluruh pengunjung Malioboro diwajibkan untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Pengecekan suhu tubuh ditiap pintu masuk, pembatasan jumlah pengunjung tiap zonasi, wajib bermasker dan scan barcode untuk membatasi 500 orang pada tiap zona.

“Terpenting adalah scan barcode karena itu menentukan alur Malioboro dapat berjalan dengan baik. Jadi kami tidak melarang orang masuk, hanya saja melaporkan diri dengan menscan melalui ponselnya yang terdaftar di laman www.jogjakota.go.id ,” kata pria yang sudah tiga tahun menjadi pasukan Jogoboro itu.

Pengalaman yang cukup unikpun sempat dilalui oleh Catur dan petugas lainnya seperti harus memberikan arahan kepada orang tua atau pengunjung anak-anak muda. Banyak dari mereka yang tidak mau mengikuti aturan yang ada.

“Kadang kami harus tegas juga pada anak muda yang ngeyel seperti tidak pake masker, bilang Malioboro sekarang ribetlah dan lainnya. Walaupun seperti itu kami harus tetap ramah kepada mereka, karena bila emosi ya, akan berakhir jelek nantinya,” ungkapnya.

Catur dan petugas Jogoboro lainnya berharap agar para wisatawan untuk dapat memahami bahwa kawasan ikon utama wisata Kota Yogyakarta ini sedang berbenah dengan sistem yang ada.

“Memang sistem pembatasan ini masih dalam uji coba dan kedepannya akan dievaluasi oleh Pemkot. Kami juga ingin, media membantu kami menyebarkan informasi tentang kondisi Malioboro saat ini dengan penerapan protokol kesehatannya,” harapnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RAKOSA 105,3 FM

    RAKOSA 105,3 FM

    Rakosa 105,3 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini