Sosial Ekonomi

Dinggo Company: Apparel Premium, Libatkan UMKM untuk Produksi

Oleh : Wirawan Kuncorojati / Selasa, 20 Oktober 2020 16:50
Dinggo Company: Apparel Premium, Libatkan UMKM untuk Produksi
Pengunjung tengah melihat-lihat produk apparel Dinggo Company - Gudegnet/ Wirawan K

Gudeg.net - Bertujuan membuat apparel otomotif premium dengan lebih terjangkau, Rudy membuat brand Dinggo Company. Ia melibatkan para pelaku UMKM di lini produksi brand yang lahir pada tahun 2017 tersebut.

Brand ini bermula dari hobi otomotifnya. Hal ini tak lepas dari tingginya harga apparel resmi dari sebuah merk terkenal.

Ia ingin agar penggiat motor muda dapat merasakan bergaya dengan style yang baru, dengan harga terjangkau, namun dengan kualitas yang dapat disandingkan dengan produk merk-merk terkenal tersebut.

“Aku mikir mesakke (kasihan) yo cah motor saiki, kepengin baju otomotif harus ngeluarin kocek segitu banyak. Nah, iseng saya, mulai nggambar desain (apparel), sebelum Kustomfest 2017,” kata Rudy, owner Dinggo Company kepada Gudegnet, beberapa waktu lalu.

Bermaksud menyewa booth kecil di ajang tahunan tersebut, ia kemudian ditawari booth besar. Dengan berbagai pertimbangan ia pun menyetujui untuk menyewa tempat tersebut.

Ketika itu nama Dinggo belum terpikirkan olehnya. Nama tersebut baru muncul setelah diminta oleh Tim Kustomfest untuk keperluan publikasi.

Rudy pun meminta bantuan kepada kakak iparnya untuk keperluan booth tersebut. “Buat apa? Dinggo iki…,” katanya mengulangi percakapan saat itu. Singkat cerita, sang kakak ipar pun menyarankan agar menggunakan nama “Dinggo”.

“Filosofinya harus selalu dipakai, bukan cuma dipakai di badan, tapi nempel di otak,” kata Rudy.

Setelah nama didapat, ia pun membuat logo, dan line produk. Ketika itu ada sebanyak 127 desain macam-macam produk apparel.

“Waktu Hari-H nggak punya toko, gudang, kantor. Itu gudang dan toko dan kantor pertama di booth-nya Kustomfest. Itu bener-bener bonek,” kenangnya.

Saat awal-awal, ia melimpahkan proses produksi ke seorang keluarganya. Lambat laun, ia berpikir untuk membantu UMKM. Dinggo apparel tak memiliki pabrik. Untuk produksi, ia melibatkan pelaku UMKM dan Karang taruna di Yogyakarta dan Bandung.

“Sistem pabrik, tapi UMKM yang jalan. Kualitas, bahan, dari saya semua standarnya,” ucapnya. Hingga kini ia masih bertindak sebagai desainer sekaligus melakukan proses QC.

Ada beraneka produk dari brand Dinggo Company: mulai dari stiker, gantungan kunci, pin, bandana, topi, T-shirt, jaket bomber, hoodie, hingga side bag. Harga produk ini berkisar Rp 50.000 sampai Rp 1,7 juta.

Koleksi Dinggo apparel dapat dilihat di akun Instagram @dinggostore. Alamatnya ada di Tjiptorini Jaya Hotel, Jalan Ampta, Tempel, Caturtunggal, Sleman.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    SWARA KENANGA 100.1 FM

    SWARA KENANGA 100.1 FM

    Purworejo - FM 100.1 MHz


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini