Pariwisata

H+2 Lebaran 2016, Ini 25 Surga Wisata Di Yogyakarta Wajib Kunjung

Oleh : Albertus Indratno / Rabu, 06 Juli 2016 22:05
H+2 Lebaran 2016, Ini 25 Surga Wisata Di Yogyakarta Wajib Kunjung
Pemandangan matahari tenggelam di candi Ratu Boko menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain candi, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki objek wisata pantai, gunung dan museum.


Jogja, Indonesia - www.gudeg.net Cepat atau lambat, libur Lebaran 2016 datang juga. Saat kamu di Jogja dan bingung menemukan tempat jalan dan jajan, kamu bisa mengikuti rekomendasi 25 tempat terpilih jalan dan jajan di Jogja versi gudeg.net. Simak terus ya :

#1 Air Terjun Banyunibo



Air terjun Banyunibo mempunyai pemandangan alam yang indah serta alamnya masih asri dan udaranya juga sejuk. Biasanya, selain digunakan sebagai lokasi kegiatan luar ruang (outbond), air terjun atau biasa disebut curug Banyunibo juga dimanfaatkan untuk tracking. Untuk liburan kali ini, tempat yang ada di selatan kota Jogja ini dirokemendasikan untuk keluarga dan pasangan.

#2 Bakmi Mbah Mo



Bakmi Mbah Mo atau disebut juga bakmi sabar menanti karena harus siap menunggu berjam-jam ini terkenal dengan rasa bakminya yang gurih dan taburan irisan daging ayam kampungnya yang juicy. Meski menggunakan campuran telur bebek, aromanya tidak amis. Pengunjungnya berjubel. Usaha keluarga yang dikelola generasi kedua ini pelanggannya artis, serta wisatawan dari dalam dan luar negeri.

#3 Soto Lamongan Cak Sodik



Soto Lamongan Cak Sodik di kawasan Umbulharjo, Jogja terkenal karena nasinya yang banyak. Pas buat para penggila nasi. Selain itu dagingnya juga tebal dan besar. Kira-kira ukurannya dua ruas jari. Jeroannya rasanya gurih-gurih manis. Awas loh buat mereka yang angka kolesterolnya melebihi ambang batas. Tempenya apalagi ; gurih dan sedap. Bawang goreng yang ditaburkan diatas jeroannya enak banget. Benar-benar gurih dan garing. Apalagi kalau makannya dicampur kuah soto.  Krupuk udangnya ukuran besar, gurih serta kemripik. Khas krupuk di warung soto di daerah Jawa Timur. Harganya murah banget. Pas buat kantong mahasiswa.

#4 Goa Jati Sari dan Seropan Tiga di Imogiri Bantul

Goa Jati Sari satu lokasi dengan air terjun Seropan Tiga di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Goa ini benar-benar mblusuk. Bahkan, penduduk di sekitar lokasi saja tidak tahu kalau ada gua disana. Awak media pun belum banyak yang memberitakannya. Selain alamnya masih asri, jalur tracking-nya benar-benar menantang. Goa Jati Sari dan Seropan tiga ini pas banget bagi mereka yang menyukai tantangan adrenalin. Pemandangan dari atas bukitnya juga t-o-p b-g-t.

Karena kurangnya publikasi, goa dan air terjun ini senyap. Buat kamu yang ingin mengingat mantan terindah bisa menyepi kesini dan menjauhkan diri dari keramaian kota.

#5 Warung Gudeg Manggar Bu Jumilan



Warung Gudeg Manggar Bu Jumilan, Bantul terkenal karena menggunakan manggar (putik bunga dari buah kelapa muda). Manggar lebih berserat, ndaging serta tidak selembut gori. Manggar ini juga aman bagi mereka yang menderita sakit maag karena tidak mengandung gas (bergas) seperti nangka. Resep gudeg manggar berasal dari keraton. Gudeg manggar bisa dimakan di tempat atau dijadikan sebagai oleh-oleh. Gudeg ini tahan selama dua hari. Artis yang jadi langganan di warung gudeg manggar bu Jumilan adalah artis Soimah Pancawati.

#6 Grojogan Cengkehan



Grojogan Cengkehan atau Sewu Watu menjelaskan rahasia awet muda secara sederhana. Mitos yang berkembang, air di grojogan ini bisa membuat kamu-kamu awet muda. Namun, jika dilogika jalan kaki selama 45 menit menuju grojogan sambil menikmati pemandangan di sekitar lokasi goa yang membuat kamu lebih sehat dan tentu saja kelihatan awet muda. Lebih asyik lagi untuk semua tujuan tersebut bisa diperoleh secara GRATIS.

#7 Warung Lelung Jodog Srandakan



Warung lelung jodog Sradakan benar-benar terpilih sebagai objek wisata kuliner selama liburan. Kualitas warung yang ada di sebelah barat kota Bantul ini bertahan hingga 25 tahun. Keluarga kraton Ngayogyakarta Hadiningrat jadi pelanggan tetapnya. Beberapa artis pernah mampir ke sana. Salah satunya Krisna Mukti.

Dan itu hanya permulaan. Bahkan, ada salah satu pelanggannya yang datang bersama dokter pribadinya setelah selesai berobat di luar negeri. “Begitu sampai di bandara langsung ke sini,” kata pak Wardoyo, pemiliknya.

#8 Geplak Jago Perjuangan



Untuk urusan oleh-oleh khas Bantul, Geplak Jago Perjuangan masih nomor satu. Geplak Jago terbuat dari bahan parutan kelapa. Manisnya bukan kepalang. Ada lima warna geplak Jago yaitu merah, kuning, pink, cokelat dan kuning. Setiap warna mewakili rasa yang berbeda.  Sayangnya, di geplak Jago itu tidak ada rasa ingin memilik apalagi rasa yang dulu pernah ada.

#9 Soto Tahu Kemasan



Luar biasa. Di saat harga komoditas cabai naik turun, warung soto tahu kemasan justru mampu bertahan dengan jumlah lombok yang bisa di-custom. Soto tahu Kemasan ini soto lombok pithes atau soto kemangi.  Ini karena kuahnya menggunakan campuran daun kemangi.
Ada pembedaan antara warung soto tahu kemasan dengan lainnya. Di warung ini potongan daging yang biasa disajikan buat soto diganti potongan tahu bacem. Dan ada lagi ; lauknya lengkap. Ada telur asin, keripik tempe, tahu bacem, sate koyor, kerupuk, serta daun kemangi.

#10 Goa Cerme



Asli. Goa Cerme benar-benar cocok buat tracking. Ini karena panjangnya hampir 2 kilometer melewati batuan dan air terjun.  Dan itu hanya permulaan. Goa Cerme yang berasal dari kata ceramah ini dulunya digunakan Walisongo sebagai tempat penyebaran agama Islam di pulau Jawa serta mendiskusikan rencana pendirian masjid Agung Demak. Disini ada sumber air zam-zam, mustoko dan air suci yang dipercaya pengunjung bisa menyembuhkan penyakit dan mengabulkan permohonan.

#11 Goa Gajah



Ini saatnya buat kamu yang suka petualangan dan mulai menekuni susur gua (carving) untuk membuktikan diri. Jarak pintu masuk dan keluar hanya sekitar 200 meter. Medannya mudah dilalui, masih alami dan belum dikelola secara serius dan terencana. Anggota masyarakat sekitar saja yang mengupayakan goa itu tetap terpelihara. Tentunya sesuai kapasitas dan keahlian yang mereka miliki.  Disini tidak ada retribusi. Silahkan masuk dan menikmati keindahan goa.  Setelah tengah hari, kamu bisa melihat "cahaya dari surga" yang masuk melewati lubang gua. Jangan hanya membaca saja. Temukan pengalamanmu sendiri disana. Penasaran?

#12 Pecel  "Baywatch" Mbah Warno "Anderson"



Katakan “ya” untuk : pecel mbah Warno “Baywatch” ini. Meskipun antara julukan dan kenyataan agak berbeda, konon, kata "baywatch" disematkan karena mbah Warno, penjualnya, selalu menggunakan kutang. Bisa jadi karena mirip pakaian penjaga pantai di serial TV Baywatch. Padahal, kan beda. Pakaian di Baywatch itu termasuk one piece. Sedangkan kutang kan two piece.  

Pecel mbah Warno ini memang berbeda. Di atas masakan pecel ada taburan kembang turinya.  Lauknya juga lengkap. Ada lele goreng dan belut goreng. Mau melewatkan kesempatan apa lagi coba? Jelajahi kedahsyatan rasa pecel mbah Warno di desa yang mblusuk dan sepi di pinggiran kota Bantul sekarang juga.

#13 Goa Nagasari



Membuka mata. Goa Nagasari cocok bagi mereka yang suka menyepi, bertapa dan mengunjungi tempat-tempat keramat.  Jalanan disana masih berbatu-batu dan perlu ketrampilan mengemudi yang mumpuni.  Konon goa Nagasari dulunya digunakan Sultan HB IX menjalani laku prihatin. Sepinya goa Nagasari membuat suara kendaraan dari jalan raya yang jaraknya hanya sekitar 100 meter saja terdengar. Ini saatnya bagi kamu-kamu untuk menyelami jati diri sembari liburan tanpa harus mengeluarkan biaya sepeserpun.

#14 Sate Klatak Pak Zabidi Jejeran



Kalau tidak istimewa, mana mungkin warung sate pak  Zabidi mampu bertahan sampai generasi ketiga. Dulunya, pendirinya mbah Ambyah, dilanjutkan pak Zabidi dan sekarang diteruskan putranya. Sate kambing “medium rare” alias setengah matang buatan pak Zabidi empuk dan tidak prengus. Herannya, bumbunya hanya garam dan bawang putih.  Semakin lengkap saat jeruk hangat gula batu disajikan dalam teko blirik hijau yang sekarang semakin langka.

#15 Soto Pak Tembong



Realistis. Apalagi coba  yang biasanya dicari saat makan? Porsi nasi jumbo bukan. Pemilik warung soto Pak Tembong paham benar hal itu. Warung ini cocok buat nasi mania. Lauknya juga lengkap, kuahnya gurih, sambel dan krupuk rambaknya rasanya benar-benar "nendang".  Soto pak Tembong bebas kubis yang konon merusak rasa. Tempe gorengnya yahud. Apalagi tempe yang masih panas itu dicocol di kuah soto. Selesai membaca, kenapa tidak langsung kesana?

#16 Goa Selarong


Jangan sekali-kali melupakan sejarah, begitu kata presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Goa Selarong menjadi saksi bisu kehebatan Pangeran Diponegoro dan pasukannya. Dulunya goa Selarong digunakan sebagai markas Pangeran Diponegoro bersama pasukannya saat melakukan aksi perang gerilya melawanpenjajah Belanda antara tahun 1825 -1830. Pangeran Diponegoro yang terbakar api dendam karena rumahnya di Tegalrejo dibakar Belanda lalu mulai menyusun aksi balasan.

Disana ada dua goa yaitu goa Kakung dan goa Putri. Goa Kakung menjadi kediaman Pangeran Diponegoro. Sedangkan goa Puteri digunakan sebagai tempat tinggal Raden Ayu Ratnaningsih. Beliau adalah selir pangeran yang paling setia setelah kedua istrinya meninggal dunia.
Dengan semboyan sadumuk bathuk sanyari bumi dikahi tekan pati. Artinya, sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Pangeran Diponegoro mengobarkan semangat perjuangan rakyat pribumi.
 
#17 Sate Petir Pak Nano



Unik. Meksi tidak ada hubungannya dengan universitas apapun, tapi pemilik sate Petir Pak Nano bisa memberikan gelar profesor.  Tak perlu menempuh kuliah apapun. Cukup makan sate dengan 25 lombok atau lebih. Kalau kamu cuma berani makan 2 lombok atau kurang gelarnya murid SD. Jangan tunggu lebih lama lagi untuk mencapai gelar professor tanpa kuliah.

#18 Jurang Pulosari



Terbukti. Jurang Pulosari benar-benar menjadi tempat bagi kamu yang menyukai tantangan karena medannya yang curam, terjal dan berbatu. Dulunya, tempat ini ditemukan komunitas trails. Sampai saati ini belum banyak media yang menceritakan jurang Pulosari. Meski sepi, namun tidak mengurangi keindahan jurang yang terletak di desa wisata Krebet ini. Saat debit airnya besar, kamu bisa melihat pemandangan air bergemuruh dan turun di setiap tingkatannya.

#19 Sate Mbah Somorejo

Berbeda dari sejenisnya. Meskipun sama-sama menjual sate klathak, namun sate buatan Mbah Somorejo lain dari yang lain. Kalau penjual lainnya menggunakan ruji sepeda saat membakar daging kambing, mbah Somo, panggilan akrabnya, justru menggunakan batang-batang bambu yang diserut atau dalam bahasa Jawa disebut sujen. Alasannya, sujen lebih aman dan sehat ketimbang ruji.

Sedangkan untuk urusan rasa, sate mbah Somo juga juara. Rasa tongseng kambingnya benar-benar nendang. Dagingnya segar dan tidak pregus. Bumbu-bumbunya merasuk sampai ke dalam daging. Itu masih permulaan; untuk menemukan warungnya yang mblusuk, kamu pun harus siap menahan lapar. Berani melewatkan kesempatan ini?

#20 Grojogan Lepo



Grojogan Lepo atau dikenal sebagai Lembah Pokoh membawa kesegaran baru buat liburanmu. Objek yang dibuka sekitar tahun 2014 relatif baru namun sudah banyak dibicarakan di sosial media.. Akses menuju tempat ini juga relatif sulit. Berdasarkan pantauan tim Gudeg.net tidak ada sarana transportasi umum yang menghubungkan antara kota Yogyakarta dan Dlingo. Agar bisa mencapainya, tim membutuhkan waktu antara 1 – 2 jam menggunakan kendaraan pribadi.

Kelebihan lainnya, meski musim kemarau, air di grojogan Lepo selalu ada. Banyak warga sekitar memanfaatkan air disana guna keperluan sehari-hari. Walaupun berada di kawasan objek wisata, aneka jajanan dan makanan di sini dijual dengan harga normal dan terjangkau. Jadi para wisatawan tidak perlu khawatir jika ingin membeli makanan di tempat ini karena harga masuk akal.

#21 Lidah Jawa



Lidah Jawa restoran menyajikan masakan unik yang sulit didapatkan di rumah makan lainnya. Selain menu klasik dank khas seperti bistik lidah, ada Selad Solo dengan potongan lidah yang empuk dan gurih. Ada lagi menu lidah goreng yang rasanya otentik. Tawaran resto Lidah Jawa mengejutkan diantara tumbuhnya rumah makan yang justru mengunggulkan masakan Barat.

#22 Kepik Sawah



Kepik Sawah awalnya dikenal lewat Instagram. Restoran yang ada di sekitar jalan Godean ini menyuguhkan masakan rumahan yang lezat dan klasik. Banyak masakan-masakan yang dulu pernah terkenal, seperti gadon, lalu hilang pamornya dan sekarang dimunculkan kembali. Juga ada limau serta soda yang menggunakan botol berpenutup keramik serta ditautkan kawat.

#23 Museum Dirgantara


Museum Dirgantara jadi objek wisata edukatif yang sangat menghibur. Disini, para wisatawan bisa menyaksikan pesawat berbagai jenis yang digunakan TNI-AU. Dulunya, museum ini didirikan pada 4 April 1969 di jalan Tanah Abang, Bukit, Jakarta oleh Panglima Angkatan Udara Laksmana Udara Rusmin Nuryadin. Bulan November 1977 dipindahkan dan digabungkan dengan Museum Ksatrian AAU (Akademi Angkatan Udara) di pangkalan Adisucipto Yogyakarta. Pada tanggal 29 Juli 1978 diresmikan sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala”.

Lalu, tahun 1984, museum ini pindah ke Wonocatur, di sebuah gedung bekas pabrik gula yang dibangun saat jaman kolonial Belanda. Museum Dirgantara menawarkan informasi detail mengenai sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia.

#24 Warung Kopi Merapi



Warung Kopi Merapi menawarkan kopi asli yang ditanam petani di sekitar kediaman almarhum mbah Maridjan, juru kunci gunung Merapi. Warung yang menyempil di kaki gunung Merapi ini ramai dikunjungi saat hari libur. Ada dua jenis kopi andalan yang ditawarkan yaitu Robusta dan Arabika. Sembari menikmati secangkir kopi, kamu bisa menyaksikan “sisa-sisa” keganasan erupsi gunung api paling aktif di dunia itu.

#25 Klenteng Fuk Ling Miau



Seperti halnya perayaan tahun sebelumnya, maka jelang Imlek 2016 ini Klenteng Fuk Ling Miau jadi objek wisata sejarah dan budaya yang paling top buat dikunjungi. Klenteng ini berdiri pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Saat itu warga Tionghoa meminta izin untuk mendirikan tempat ibadah.

Lalu, pada 15 Agustus 1900, pihak keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menghibahkan tanas seluas 1150 meter persegi. Yap Ping Liem, seorang mayor keturunan Tionghoa mengupayakan agar klenteng itu berdiri. Atas usahanya lalu terwujudlah klenteng Fuk Ling Miau.

Sejak tahun 1940 – an, pengelolaan klenteng tidak mengalami kemajuan. Salah satu penyebabnya kurangnya minat warga Tionghoa dalam meneruskan tradisi leluhur. Lalu, setelah peristiwa G 30 S / PKI meletus, walikota Yogyakarta saat itu, Soedjono A.Y. mengatakan kepada Tirto Winoto, seorang warga Tionghoa untuk mengambil alih jika klenteng tidak diurus. Maka, pada Oktober 1974 sebuah yayasan didirikan dengan tiga seksi yaitu agama Buddha (Cetya Buddha Praba atau Sinar Sang Buddha), Taoisme (Tao Pek Kong), dan agama Kong Hu Cu (Gerbang Kebajikan).

Selamat berlibur. Semoga  selalu sejahtera di tahun Monyet Api ini.

 

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    GERONIMO 106,1 FM

    GERONIMO 106,1 FM

    Geronimo 106,1 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JOGJAFAMILY 100,2 FM

    JogjaFamily 100,9 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini