Berita

Sultan Tidak akan Tegesa-gesa Putuskan New Normal

Oleh : Rahman / Minggu, 31 Mei 2020 14:11
Sultan Tidak akan Tegesa-gesa Putuskan New Normal
Suasana pedagang kaki lima (pkl) pedestrian Malioboro yang cukup sepi akibat dampak dari Covid-19 di Yogyakarta, Minggu(31/5)Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tidak mau tergesa-gesa untuk memutuskan status tatanan hidup baru atau New Normal di tengah pandemi Covid-19.

“Kita masih harus melihat perkembangan Covid-19 saat ini jadi tidak akan cepat-cepat berlakuka tatanan hidup baru atau New Normal di DIY dalam dekat ini,”  ujar Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Sabtu (30/5).

Sultan menjelaskan, walaupun ada rencana penerapan New Normal oleh pemerintah pusat akan tetapi Pemda DIY masih akan memantau perkembangan yang terjadi di lapangan. Terlebih status tanggap darurat Covid-19 baru saja diperpanjang hinngga akhir bulan Juni mendatang.

“Perkembangan Covid-19 di DIY masih cukup tinggi, mulai dari ODP, PDP dan kasus positifnya. Selain itu juga kita akan mempersiapkan segala sesuatunya terlebih guna menghadapi New Normal,” jelasnya.

Syarat untuk menjalani New Normal menurut Sultan harus adanya penurunan kasus Covid-19 yang signifikan atau habis sama sekali.

Untuk tatanan hidup baru atau new normal dibutuhkan juga kesiapan seluruh sektor kehidupan lainnya seperti ekonomi dan pariwisata yang menunjang DIY sebagai destinasi pariwisata.

“Sarana dan prasarana protokol kesehatan untuk new normal harus dipersiapkan seperti tempat cuci tangan, rutinitas pemberishan lokasi wisata hingga pemberlakukan Physical Distancing,” tuturnya.

Selain lokasi wisata, persiapan new normal juga harus dilakukan di sejumlah pasar tradisional dengan pendekatan yang lebih humanis.

“Penerapan new normal bukan berarti sudah terbebas dari covid-19, jangan merasa sudah terbebas dan harus lebih ketat lagi protokol kesehatan pencegahannya,” ungkap Ngarsa Dalem.

Sementara itu salah satu Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Riris Andono Ahmad mengatakan, salah satu indikator penerapan kebijakan new normal tersebut adalah angka penularan Covid-19 dibawah 1.

“Penemuan kasus Covid-19 harus lebih ditingkatkan agar dapat menekan penularan dan karantina serta isolasi bagi ODP, PDP serta positif juga terus dilakukan secara masif,” kata dia.

0 Komentar

    Kirim Komentar

    jogjastreamers

    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    ARGOSOSRO FM 93,2

    ARGOSOSRO FM 93,2

    Argososro 93,2 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini